Fadjroel Rachman Diprediksi Bakal Tempati Kursi Peninggalan Johan Budi Di Istana

  • Whatsapp
Juru Bicara Kepresidenan Muhammad Fadjroel Rachman

INDOPOLITIKA.COM- Komisaris Adhi Karya yang juga mantan aktivis Mochammad Fadjroel Rachman siang tadi juga dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara. Pakaian yang dikenakan Fadjorel kental sekali dengan ‘seragam’ menteri-menteri Jokowi. Yakni paduan baju putih dengan celana hitam.

Seusai dipanggil Fadjroel Rachman mengungkapkan, dia langsung bertemu dengan Presiden Jokowi ditemani Mensesneg Pratikno makan siang bersama. Selama 20 menit ketiganya berbincang-bincang hangat. Fadjroel mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Jokowi lebih banyak membahas pidato Presiden di MPR saat pelantikan kemarin.

Baca Juga:

“Karena memang (materi-materi pidato) itu betul-betul yang akan difokuskan lima tahun ke depan,” ujar Fadjorel Rachman di Istana Negara Senin (21/10/2019).

Saat ditanya wartawan apa posisi kementerian yang ditawarkan Jokowi padanya? Fadjorel enggan mengungkap pastinya. Ia tak mau mendahului apa yang akan disampaikan Presiden Jokowi.

Fadjroel hanya menyampaikan sedikit kisi-kisi terkait posisinya. “Mudah-mudahan nanti saya ada di dalam lingkungan anda (wartawan). Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama lebih jauh. Nanti kalau sudah ada kepastian ya kita bisa bekerja sama,” imbuh Fadjroel.

Lantas bagaimana dengan posisinya sebagai Komisaris di Adhi Karya? Fadjroel mengatakan, saat pembahasan di dalam tadi belum sampai ke sana. “Apakah nanti harus mundur atau tetap berada di sana, nanti perlu ada pembicaraan ke arah sana,” tandasnya.

Kisi-kisi yang disampaikan Fadjroel tadi ditafsirkan kelak dia akan ditempatkan sebagai juru bicara Kepresidenan. Hal itu juga disampaikan oleh pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno.

Adi mengatakan, mendengar pernyataan Fadjorel tersebut tentu posisi yang ditawarkan Fadjorel bukan ditempatkan untuk postur kementerian. Bisa jadi dia akan menjadi salah satu orang yang akan ditempatkan di KSP (Kantor Staf Presiden) atau mungkin juga jubir.

“Karena memang posisi jubir ini setelah ditinggalkan Johan Budi sangat strategis. Setelah ditinggalkan Johan Budi seringkali tone yang keluar dari istana itu berbeda-beda. Para Menteri terkadang berkomentar lain-lain,” ujar Adi Prayitno.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *