Fadli Zon Sebut Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina-Rusia Berlebihan

Politisi Gerindra, Fadli zon/net

INDOPOLITIKA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, bertolak ke Rusia dan Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Kunjungan Jokowi kali ini membawa misi penting yaitu dialog perdamaian dan gencatan senjata antara kedua negara yang sedang berperang.

Kedatangan Jokowi ke sana mendapat pengawalan ketat dari pasukan elite TNI AL Denjaka yang membawa senjata laras panjang hingga rompi antipeluru.

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menyindir pengawalan ketat terhadap Jokowi dalam kunjungan tersebut.

Menurut Fadli, pengamanan tersebut berlebihan. Sebab Jokowi akan melintasi jalur Polandia-Ukraina yang relatif aman-aman saja. Di zona ini kehidupan masyarakat berangsur pulih sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

”Jalur dari Warsawa, Polandia ke Kiev, Ukraina baik naik mobil atau kereta aman. Tak ada perang di sana. Sekolah dan kehidupan sehari2 perlahan sdh kembali pulih. Semua tokoh yg bolak balik ke Kiev tak pakai pengawalan berlebihan. Tak ada yg pakai anti peluru dll,” tulis Fadli di akun Twitter, dikutip Minggu (26/6/2022).

Sebagai informasi, kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina dilakukan setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 atau G7 Summit di Schloss Elmau, Jerman.

“Pagi hari ini, saya dan rombongan terbatas akan berangkat untuk berkunjung ke beberapa negara. Yang pertama akan ke Jerman untuk menghadiri KTT G7,” kata Jokowi saat memberikan keterangan persnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (26/6/2022).

“Setelah dari Jerman saya akan mengunjungi Ukraina dan akan bertemu dengan Presiden Zelensky. Misinya adalah mengajak Presiden Ukraina, Presiden Zelensky, untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian, untuk membangun perdamaian, karena perang memang harus dihentikan,” ujar Jokowi.

Jokowi juga akan membahas mengenai rantai pasok pangan yang terhenti akibat konflik Ukraina dan Rusia. “Dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali.”

Dari Ukraina, Jokowi menuju ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Misinya juga sama yakni membuka ruang dialog dan segera melakukan gencatan senjata.

“Dari Ukraina, Saya akan menuju ke Rusia bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Sekali lagi, dengan misi yang sama, saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang,” pungkas Jokowi.[fed]


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.