Fahri Hamzah: Kalau Ada Yang Menentang RUU KUHP Keterlaluan

  • Whatsapp
Manatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

INDOPOLITIKA.COM- Masa jabatan DPR periode 2014-2019 berakhir hari ini. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersyukur masa bakti DPR periodenya berakhir dengan baik. Dia pun merasa bersyukur pernah mengemban jabatan sebagai pimpinan DPR.

“Kalau saya boleh mengatakan, alhamdulillah DPR periode 2014-2019 berakhir dengan baik,” jelas Fahri si Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Muat Lebih

Fahri pun menyinggung terkait RUU yang ditunda. Menurutnya, RUU itu nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh DPR periode 2019-2024. Hal itu, kata dia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UU PPP).

“Kesalahpahaman DPR merasa memenuhi keinginan presiden melalui surat yang dikirimkan oleh Menkum HAM agar ini ditunda istilahnya di dalam UU baru UU PPP (Pembentukan Peraturan Perundang-undangan) di-carry over, artinya diupayakan setelah sosialisasi disahkan secepatnya dalam awal periode yang akan datang,” ucapnya.

Fahri mengatakan, perlu adanya sosialisasi dari pemerintah dan DPR untuk lima RUU yang ditunda disahkan itu. Terutama, kata Fahri, soal RUU KUHP yang menurutnya sudah saatnya diganti.

“Saya kira ini tugas Pak Jokowi di awal periodenya untuk mensosialisasikan bahwa kalau mau tenang, tenteram, kalau mau hukum pasti, dan kalau mau ada keadilan, maka segeralah UU Belanda diganti dengan UU yang kita buat sendiri. Saya kira kalau ada yang menentang dan masih ingin memakai UU Belanda keterlaluan,” imbuhnya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *