Fahri Hamzah Minta KPK Waspadai Konflik Kepentingan Terkait Kasus Novel Baswedan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, Fahri Hamzah mengatakan, kasus yang dialami penyidik senior KPK, Novel Baswedan, tidak saja tragedi bagi dirinya dan keluarganya, tapi juga bagi dunia hukum.

Tapi, kata Fahri, menyeret KPK untuk terus menjadikan kasus ini sebagai bagian dari kerja kelembagaan antirasuah itu adalah salah dan sebetulnya fatal.

Baca Juga:

“Beliau dan keluarga terpukul dan kita semua pasti simpati. Dengan hormat, saya usul kepada KPK agar cukup memberikan bantuan hukum dan membiarkan Novel bekerja untuk hak-hak pribadinya,” kata Fahri lewat akun twitternya @FahriHamzah, Rabu (6/11/2019).

Melanjutkan pernyataanya, Fahri Hamzah mengatakan bahwa pelibatan lembaga KPK merugikan kedua belah pihak, khususnya KPK sebagai lembaga publik. Apalagi, sejak lama KPK telah menjadikan Kantor KPK sebagai markas untuk mengumpulkan orang dan melakukan pembelaan kepada pejabat KPK yang terkena kasus.

“Cara ini salah, lembaga tidak boleh dikorbankan untuk menggalang dukungan pribadi apalagi berhadapan dengan lembaga lain. Ini adalah konflik kepentingan yang harus dihindari oleh KPK,” tegas salah satu pentolan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) yang bakal dideklarasikan dalam waktu dekat itu.

Fahri mencontohkan ada banyak tentara yang gugur dalam tugas dan ada banyak jaksa, dan pejabat dari atas dan bawah gugur tanpa tanda jasa. Tapi, mereka yang mendapat musibah dalam tugas tetaplah memberikan kepercayaan kepada penegak hukum untuk memproses tanpa menggunakan TNI, Kejaksaan dan lain-lain untuk menekan.

Karena itu, dirinya menyarankan agar pemberantasan korupsi dan penegakan hukum secara umum harus mengandung unsur saling percaya, dan saling mendukung antara sesama penegak hukum. Bahkan lebih dari pada itu, pada prilaku lembaga-lembaga ini harus dihindari konflik kepentingan (conflict of interest) sebagai prinsip dasar.

“Ayo lembaga negara saling dukung, bersatulah menghadapi persoalan bersama. Tidak ada yang sulit apabila lembaga negara bersatu. Tapi jika lembaga negara saling menjatuhkan maka pupuslah harapan rakyat untuk melihat Indonesia bersih. Selamat bersatu! Ayo KPK kembali bersatu!,” ajak inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *