Fakta Baru Dosen IPB, Polisi : Mau Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Teror Bom

  • Whatsapp
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto).

INDOPOLITIKA.COM- Perlahan tapi pasti. Polisi mengungkap fakta terbaru terkait dosen IPB, Abdul Basith yang diduga inisiator kerusuhan pada aksi Mujahid 212 beberapa waktu lalu. Polisi menyebut jika Abdul Basith ternyata merencanakan untuk menggagalkan pelantikan Presiden-Wakil Presiden, 20 Oktober mendatang. Skenarionya, meledakan bom ikan berisi paku-paku di beberapa di wilayah Jakarta Barat.

“Mereka berencana akan meledakkan bom-bom tersebut di sepanjang Grogol sampai dengan Roxy (Jakarta Barat),” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto, Selasa (8/10).

Muat Lebih

Selain itu, Suyudi mengatakan, setelah pihaknya menginterogasi para tersangka, termasuk Abdul Basith, mereka berencana membuat kerusuhan dengan maksud menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka juga ingin menggagalkan pelantikan presiden terpilih. “(Tujuan mereka) menurunkan presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK dan terakhir target utama mereka membatalkan pelantikan presiden,” kata Suyudi.

Seperti diketahui, Abdul Basith ditangkap di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang pada Jumat (27/9). Abdul dituduh merencanakan kerusuhan di Aksi Mujahid 212 di Jakarta yang digelar pada Sabtu (28/9). Selain Abdul, polisi menangkap 8 tersangka lain, salah satunya pensiunan TNI AL Sony Santoso. Mereka saat ini sudah ditahan polisi.

Polri memastikan barang bukti yang diamankan dari Abdul Basith cs adalah bom motor dan bom ikan, yang bukan berbahan dasar minyak jarak. Polri mengatakan Polda Metro Jaya sudah melakukan pemeriksaan mendalam dan sudah berhasil memetakan peran-peran dari Abdul Basith cs dalam kasus kepemilikan bom untuk kerusuhan tersebut.

“Bom ikan cukup berbahaya karena memiliki detonator dan sudah dililit paku atau benda berbahaya yang nantinya digunakan oleh 4 orang ini membuat saat terjadinya demo,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *