INDOPOLITIKA – Suasana duka menyelimuti RS Bina Sehat Jember setelah kecelakaan tragis menimpa rombongan karyawannya dalam perjalanan wisata ke Gunung Bromo.
Bus pariwisata PO IND’S 88 yang ditumpangi karyawan RSBS mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang, menewaskan delapan orang dan melukai sejumlah penumpang lainnya.
Rombongan tersebut diketahui berangkat dalam rangka merayakan kelulusan profesi ners (perawat profesional) yang baru saja diraih oleh beberapa karyawan rumah sakit.
Salah satu karyawan RS Bina Sehat Jember, Rizal, mengungkapkan bahwa agenda wisata ke Bromo memang dirancang untuk merayakan momen spesial tersebut.
“Saya dengar mereka memang ingin merayakan kelulusan profesi ners dengan berlibur ke Bromo,” kata Rizal.
Rizal juga menambahkan bahwa banyak dari peserta awal membatalkan keikutsertaan mereka dalam rombongan. Hal ini menyebabkan sejumlah kursi kosong di dalam bus, yang kemudian diisi oleh anggota keluarga dari peserta yang tetap ikut serta.
“Informasinya tidak semua kursi terisi karena banyak yang memilih batal ikut. Akhirnya, beberapa orang membawa keluarganya untuk ikut jalan-jalan,” jelasnya.
Liburan syukuran lulus kuliah
Direktur RS Bina Sehat Faida mengonfirmasi bus yang mengalami kecelakaan itu membawa rombongan karyawan RSBS untuk liburan di Gunung Bromo. Vakansi itu dilakoni sebagai bentuk rasa syukur setelah lulus kuliah strata 1 (S1).
“Mereka infonya turun dari Gunung Bromo setelah tasyakuran kelulusan S1,” katanya dalam pesan singkat, seperti dikutip dari Antara.
Para penumpang yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo hingga RS Arrozi Probolinggo.
Kemarin, Faida mengatakan ada beberapa yang kritis. Dirinya pun memonitor langsung di Probolinggo, serta membawa 18 bulan untuk evakuasi korban.
“Beberapa orang kritis. Kami sedang di Probolinggo membawa 18 ambulans dengan patwal untuk mengevakuasi korban yang mengalami luka-luka),” ucap mantan Bupati Jember itu.
Terpisah, pada Minggu sore, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira menyatakan setelah kejadian, warga sekitar langsung berupaya menolong korban. Korban dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan terdekat.
“Pada saat kejadian itu sudah banyak masyarakat yang menolong korban, korban terbagi di tiga rumah sakit, yaitu di Puskesmas Lumbang, Puskesmas Sakapura dan RSUD dr Saleh Probolinggo,” katanya.

Manifes bus
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi memastikan jumlah penumpang bus rombongan karyawan RSBS Jember yang kecelakaan di jalur Gunung Bromopada Minggu sore kemarin berjumlah 52 orang. Sebanyak delapan di antaranya meninggal dunia.
“Ada 52 penumpang, 8 meninggal dunia, 44 masih observasi,” kata Iwan dikutip dari CNNIndoensia.com, Senin (15/9/2025).
Iwan mengatakan 44 penumpang itu masih dirawat karena mengalami luka. Namun, semalam dia belum bisa membeberkan kondisi korban secara detail, pun identitas masing-masing.
“44 dirawat artinya, kondisinya bermacam-macam, artinya secara medis itu mereka masih membutuhkan perawatan sementara ini dirawat di berbagai rumah sakit Probolinggo,” ucap dia.
Data korban meninggal
Faida mengatakan identifikasi jenazah korban dilakukan di RSUD M Saleh Kota Probolinggo.
“Ada tujuh jenazah yang meninggal di lokasi kejadian, namun satu jenazah belum berhasil kami identifikasi,” katanya.
Ia mengatakan satu korban meninggal di rumah sakit belum juga dapat diketahui identitasnya.
Hasil sementara identifikasi korban yang meninggal dunia yakni:
1. Hesty P ahli gizi RSBS
2. Arti perawat HD RSBS
3. Hendra CS RSBS
4. Istri Hendra CS RSBS
5. Anak Hendra CS RSBS
6. Anak perawat Maria
7. Meninggal di lokasi, identitas belum diketahui
8. Meninggal di RS, identitas belum diketahui
Dugaan Rem Blong
Sementara soal kronologi kecelakaan itu sendiri, Iwan mengatakan saat ini personel di lapangan masih melakukan olah TKP. Ia akan menyampaikannya bila sudah ada hasilnya.
“Ini masih olah TKP, nanti kalau hasilnya olah TKP sudah nanti saya infokan lagi,” ucap dia.
Terpisah, berdasarkan keterangan saksi, dugaan sementara bus itu mengalami rem blong saat kejadian. Namun hal itu masih dugaan awal dan perlu didalami melalui proses penyelidikan.
“Informasi sementara terkait dengan bus rem blong, namun hal itu masih perkiraan dari penumpang maupun dari driver,” Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira saat dikonfirmasi jurnalis.
Saat diduga mengalami rem blong, bus diketahui melaju tak terkendali, menabrak pembatas jalan, hingga menabrak pagar rumah warga.
“Jadi bus ini menabrak pembatas jalan, lalu masih berjalan terus sampai pembatas pagar dari salah satu rumah warga, dan waktu menabrak pembatas pagar baru kendaraan ini berhenti,” ucapnya.
Safiq mengatakan polisi masih akan menguji keterangan saksi-saksi itu melalui serangkai olah TKP dan pemeriksaan lanjutan.
“Tapi kalau terkait kebenarannya setelah evakuasi ini baru kami sampaikan tindak lanjutnya dan kejadian pastinya setelah pemeriksaan saksi-saksi,” ucap dia.
Amankan sopir, panggil pengelola bus
Satlantas Polres Probolinggo mengaku telah mengamankan sopir Bus Hino PO IND’S 88 pembawa rombongan karyawan RSBS Jember yang kecelakaan di jalur Gunung Bromo kemarin.
Safiq mengatakan, sopir bus berinisial AB itu dalam kondisi selamat. Sopir itu pun diamankan, dan diperiksa di Kantor Satlantas Probolinggo.
“Sopir itu luka di tangan namun kondisi masih sehat, hanya luka di tangan, saat ini sedang kami amankan di kantor satlantas,” kata Safiq saat dikonfirmasi.
Tak hanya itu, Safiq mengatakan pihaknya juga sudah memanggil pihak pengelola PO IND’S 88. Mereka akan dimintai keterangan perihal kelaikan jalan bus tersebut. (Nul)












Tinggalkan Balasan