Internasional

FAO: 821 Juta Orang di Dunia Berstatus Rawan Pangan

Ilustrasi gandum dan beras. (Foto: Medcom.id)

Roma: Jumlah orang yang kekurangan gizi di dunia telah meningkat. Kini, angkanya menjadi satu di antara sembilan orang. 

Demikian analisis terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), salah satu agensi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat 14 September 2018.

FAO menyebut setidaknya 821 juta orang — termasuk 151 juta anak-anak — kekurangan gizi. Data ini hadir dalam laporan FAO setebal 202 halaman.

Dilansir dari kantor berita UPI, para peneliti mempelajari kasus kelaparan di 134 wilayah. Disimpulkan bahwa hanya 13 persen anak-anak di bawah usia lima tahun di 134 wilayah tersebut diklasifikasikan mengalami obesitas.

Penelitian ini menggunakan istilah "kerawanan pangan" untuk menunjukkan mereka yang susah mendapatkan sumber makanan serta situasi tidak memadai yang mengarah pada kondisi kelebihan dan kekurangan berat badan.

Laporan terbaru FAO menghubungkan lima karakteristik dengan kerawanan pangan yang lebih besar. Seperti rendahnya tingkat pendidikan, kapitalisme sosial, jaringan sosial yang lemah, penghasilan rendah dan pengangguran.

Lembaga survei Gallup World Poll mengatakan karakteristiknya konstan di semua peringkat di negara-negara ekonomi berkembang.

Laporan FAO memaparkan bahwa konflik yang mengarah pada ketidakstabilan ekonomi dan perubahan iklim merupakan faktor utama yang juga berkontribusi terhadap kerawanan pangan.

Para ahli merekomendasikan pengurangan risiko bencana di bidang ekonomi dan perencanaan yang tepat untuk jangka pendek dan panjang demi mencegah kerawanan pangan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close