INDOPOLITIKAFarida Nurhan baru-baru ini mengejutkan publik dengan mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan YouTube.

Food vlogger yang akrab disapa Omay itu menyampaikan kabar tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @farida.nurhan, pada Selasa, 13 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, Farida Nurhan menuliskan pernyataan perpisahan yang mencuri perhatian. Ia bahkan menyebut bahwa akun YouTube miliknya dijual dengan harga fantastis.

“Berat tapi saatnya untuk pergi, terima kasih YouTube sudah membuat Omay kaya raya,” tulisnya.

Ia juga menambahkan kalimat, “Dijual akun YouTube Farida Nurhan 10 miliar,” yang disertai emotikon tawa.

Pernyataan itu sempat dianggap sebagai candaan oleh warganet. Namun, Farida akhirnya meluruskan spekulasi tersebut saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada Selasa (20/1/2026). Ia menegaskan bahwa keputusannya pamit dari YouTube bukanlah sekadar prank.

“Banyak yang mengira ini bercanda, padahal memang saya pamit,” ujar Farida.

Ia menjelaskan bahwa keputusannya tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan panjangnya selama satu dekade di YouTube. Menurut Farida, platform tersebut telah memberinya banyak pelajaran hidup sekaligus kesuksesan materi.

“Saya pamit dari YouTube sebagai ungkapan terima kasih yang sungguh-sungguh. Sepuluh tahun jadi YouTuber, dikenal banyak orang, belajar banyak hal, sampai bisa beli rumah dan mobil dari sana. Jadi lebih baik pamit secara terbuka daripada menghilang begitu saja,” tuturnya.

Farida mengakui, pernyataan penjualan akun YouTube seharga Rp10 miliar sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik. Ia menambahkan bahwa nominal tersebut disertai emotikon tawa sebagai tanda bercanda, meski banyak orang menanggapinya secara serius. Meski begitu, ia tetap membuka kemungkinan jika memang ada pihak yang berminat membelinya.

“Kalau memang ada yang mau beli, silakan,” katanya.

Saat ditanya Deddy Corbuzier mengenai kemungkinan kembali ke YouTube di masa depan, Farida menegaskan keputusannya sudah final. Ia bahkan mengibaratkan hubungannya dengan YouTube seperti perceraian yang tak bisa dirujuk kembali.

“Rasanya sudah talak tiga. Saya sudah tidak menemukan apa yang saya cari di sana,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perubahan pendapatan dari iklan YouTube yang menurutnya tak lagi sebesar di masa-masa awal.

Selain faktor tersebut, kesibukan Farida di dunia televisi turut memengaruhi keputusannya. Ia mengungkapkan bahwa dalam satu kali syuting acara TV, dirinya harus mengambil gambar untuk beberapa segmen kuliner sekaligus, yang membuatnya kelelahan dan tak lagi memiliki energi untuk aktif di YouTube.

“Kalau sudah sampai rumah, saya capek dan enggak bisa live. Jadi memang harus ada yang ditinggalkan,” jelasnya.

Saat ini, Farida menilai TikTok sebagai platform paling menjanjikan baginya. Ia mengungkapkan bahwa penghasilan dari kerja sama komersial di TikTok terbilang stabil dan lebih menguntungkan dibandingkan platform lain.

“Kalau sekarang buat saya, TikTok yang paling menjanjikan. Endorse-an bisa empat sampai lima kali seminggu,” pungkasnya. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com