Internasional

Fatah Tolak Gencatan Senjata di Gaza Jika Tidak Dilibatkan

Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: AFP)

Ramallah: Fatah, salah satu faksi politik dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menegaskan akan menolak segala bentuk gencatan senjata di Jalur Gaza jika tidak dilibatkan dalam proses negosiasinya.

Hal ini merespons mengenai perjanjian gencatan senjata antara Hamas, kelompok penguasa di Jalur Gaza, dengan Israel.

Negosiasi gencatan senjata tersebut saat ini sedang didiskusikan di Kairo, dengan dimediasi Qatar dan juga Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Azzam Al-Ahmad, anggota Komite Eksekutif PLO dan Dewan Pusat Fatah, mengatakan bahwa kelompoknya akan menolak gencatan senjata tersebut jika tidak dilibatkan secara penuh.

Berbicara kepada kantor berita BBC, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu 18 Agustus 2018, Al-Ahmad mengatakan Fatah memiliki syarat agar dapat menerima gencatan senjata.

Syarat tersebut adalah negosiasi damai di Mesir harus melibatkan delegasi yang sudah dipilih PLO dan juga Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Fatah berkukuh harus menjadi faksi yang memimpin delegasi ke Mesir. Namun beberapa faksi politik lainnya di Palestina menolak hal tersebut.

Delegasi dari beberapa faksi Palestina yang aktif di Gaza sedang mendiskusikan perjanjian rekonsiliasi.

Selama ini, rekonsiliasi yang paling dinantikan adalah antara Fatah dengan Hamas.

Baca: Perselisihan Fatah-Hamas kembali Hambat Rekonsiliasi

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close