Internasional

FBI Diminta Periksa Calon Hakim Agung AS Pilihan Trump

Calon hakim agung AS, Brett Cavanaugh. (Foto: AFP/Saul Loeb)

Washington:  Wanita yang menuding calon Hakim Agung Amerika Serikat Brett Kavanaugh pernah mencoba memerkosanya di masa lalu meminta Biro Investigasi Federal (FBI) turun tangan.

Christine Blasey Ford ingin FBI memeriksa Cavanaugh terlebih dahulu sebelum ia dan kandidat Hakim Agung pilihan Presiden Donald Trump itu bersaksi di depan Komite Yudisial Senat AS pekan depan.

"Investigasi penuh oleh aparat penegak hukum akan memastikan bahwa fakta-fakta dan saksi penting dalam masalah ini dinilai secara independen, dan bahwa komite cukup memahami duduk masalahnya sebelum menggelar sidang atau membuat keputusan apapun," ucap pengacara Ford, dalam sepucuk surat kepada Komite Yudisial Senat AS.

Panel komite yang didominasi Partai Republik telah mengundang Kavanaugh, 53, dan Ford, 51, untuk bersaksi di hadapan publik mengenai tuduhan percobaan pemerkosaan. Ford mengaku sempat dilecehkan Cavanaugh saat mereka berdua masih remaja.

Surat Ford tidak menyebutkan apakah dirinya akan menghadiri persidangan tanpa terlebih dahulu diperiksa FBI. Dalam surat itu Ford disebut telah menghadapi "banyak cibiran dan bahkan ancaman kematian" sejak dirinya melontarkan tuduhan ke Cavanaugh.

"Sebagai akibat dari ancaman semacam ini, keluarganya dipaksa pindah dari rumah. Surat elektronik miliknya telah diretas," tambah dia, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu 19 September 2018.

Baca: Trump Bela Calon Hakim Agung yang Diterpa Isu Pemerkosaan

Partai Demokrat mendukung seruan Ford untuk menunda kesaksian di Komite sebelum ada pemeriksaan FBI.

"Saya setuju 100 persen (dengan Ford) bahwa kesaksian pada Senin mendatang tidak adil, dan mengingatkan kita semua atas perlakuan terhadap Anita Hill," kata Senator Dianne Feinstein.

Dia mengacu pada wanita yang bersaksi pada 1991 melawan Clarence Thomas, seorang calon hakim, atas klaim pelecehan seksual. Thomas memenangkan kasus itu, setelah Republik dengan kejam menjatuhkan karakter Hill.

"Investigasi yang tepat harus diselesaikan, saksi-saksi perlu diwawancarai, bukti-bukti diperiksa, dan semua pihak diajak bicara. Hanya setelah itu seharusnya ketua komite menetapkan tanggal sidang," kata Feinstein.

Senator Chuck Schumer mengatakan Ford "layak diperlakukan dengan hormat dan adil oleh Senat."

Sementara itu, Presiden Trump mendukung penuh sesi kesaksian Ford dan Cavanaugh di komite mengenai tuduhan pemerkosaan. Namun dia menolak seruan pemeriksaan oleh FBI.

"Saya rasa FBI tidak perlu dilibatkan karena mereka tidak mau terlibat," ungkap Trump.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close