Felix Siauw Sebut Nasionalisme Tak Ada Dalilnya, Gus Sahal: Dia Nggak Paham Islam!

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal atau lebih dikenal dengan Gus Sahal mengungkit pernyataan lama Felix Siauw soal nasionalisme tidak ada dalilnya.

“Felix Siauw bilang gak usah bela Indonesia karena menurut dia, nasionalisme gak ada dalilnya,” ungkit Gus Sahal dalam video berjudul ‘Felix Siauw Merongrong Nasionalisme Indonesia’ di akun Youtube CokroTV, yang diunggah pada Senin, (7/6/2021).

Berita Lainnya

Berdasarkan penelusuran Indopolitika.com, pernyataan Felix Siauw itu disampaikan melalui akun Twitter-nya pada 30 November 2012.

Dalam cuitan tersebut, Felix membandingkan antara membela nasionalisme dan membela Islam.

Menurutnya, membela Islam itu jelas pahala dan contoh tauladannya, berbanding terbalik dengan nasionalisme yang tak punya dalil dan panduan.

“Membela nasionalisme, nggak ada dalilnya, nggak ada panduannya| membela Islam, jelas pahalanya, jelas contoh tauladannya,” katanya di akun @felixsiauw.

Gus Sahal menyatakan ucapan Ustad Felix mengandung banyak kontradiksi. Sebab, ia mengaku tidak mau membela Indonesia, namun secara terbuka menyampaikan dukungan terhadap Palestina.

“Membela Palestina itu dasarnya nasionalisme, dasarnya itu kebangsaan, bukan khilafah. Jadi, ini sesuatu yang absurd gitu lho,” ujar Gus Sahal dalam video tersebut.

Jadi menurut Gus Sahal, membela Palestina dan Indonesia mempunyai satu kesamaan, yakni sama-sama berpihak pada suatu bangsa atau wilayah. Sehingga, ia menilai Ustad Felix Siauw telah melanggar pernyataannya sendiri.

Lebih lanjut, ia juga yakin jika Ustad Felix sebenarnya sama sekali tidak memahami Islam.

“Dan lagipula, menyatakan nasionalisme enggak ada dalilnya, cinta Tanah Air enggak ada dalilnya, itu juga menunjukkan bahwa dia itu betul-betul enggak paham Islam,” terang dia.

Sebab, menurut dia, Islam yang tumbuh di Indonesia saling bersinergi dengan semangat membela Tanah Air.

Tak hanya itu, bahkan, ulama zaman dulu kerap berbicara ‘hubbul wathon minnal iman’ yang berarti ‘membela Tanah Air sebagian dari iman’. Meski bukan hadis atau kutipan ayat Quran, namun spiritnya harus ditanamkan hingga sekarang.

Lebih jauh, ia pun berkisah tentang sosok Nabi Muhammad SAW yang merupakan pribadi yang sangat mencintai kampung halamannya.

Bahkan, setiap pulang ke Madinah, dia mengaku selalu bahagia dan berbunga-bunga. Karena itu, ia menilai penceramah yang tak mencintai Tanah Air, tandanya tak mampu mengilhami sikap Rasulullah.

“Jadi kalau para ustaz yang bilang bahwa kebangsaan Indonesia enggak ada dalilnya, nyanyi Indonesia raya enggak mau, hormat bendera juga enggak mau, buktikan dong, konsisten! Kalau mau seperti itu, silakan aja. Tapi serahkan kewarganegaraanmu, cabut dari Indonesia,” ucapnya.

“Selama kalian masih punya dokumen Indonesia, selama masih memanfaatkan fasilitas dan infrastruktur Indonesia, selama masih mencari nafkah dari bumi Indonesia, dan kalian koar-koar anti-Indonesia, bagi saya itu hipokrisi atau tak konsisten,” tukas dia. [fed]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *