Partai Solidaritas Indonesia

Ferry Batara Ajak Masyarakat di Kota Depok Perangi Narkoba

Depok — Berdasarkan keterangan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kota Depok darurat narkoba bukanlah slogan belaka. Fakta menunjukan, pengguna narkoba di kota yang berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa ini cukup tinggi dan menyasar hampir semua kalangan, mulai dari aparat keamanan, birokrat hingga pelajar. Paling tinggi pemakai obat terlarang ini adalah remaja umur 16-28 tahun.

Melihat kondisi tersebut, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Jawa Barat (Jabar) VI (Kota Depok-Kota Bekasi) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 5, Ferry Batara mengaku miris. Ia pun menghimbau masyarakat terutama orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai-anak-anak mereka terjerumus ke dalam pemakaian obat terlarang tersebut.

“Tentu saya merasa miris melihat anak-anak muda di Kota Depok banyak yang terjerumus ke dalam pemakaian obat terlarang. Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama para orang tua, harus selalu mengontrol pergaulan anak-anaknya,” papar Ferry Batara saat berdiskusi dengan tim pemenangannya soal bahaya narkoba di Kota Depok, Jum’at (12/10/2018).

Ferry Batara juga menyarankan kepada anak-anak muda di Kota Depok untuk menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif serta bergaul dengan lingkungan yang baik agar terhindar dari narkoba.

“Kebanyakan anak muda terjerumus ke penggunaan narkoba biasanya karena pergaulan. Untuk itu, saya meminta bergaulah dengan orang-orang yang baik. Jauhi siapapun yang mengajak ke hal-hal yang negatif,” lanjut Ferry Batara.

Ketua DPS PSI Kota Depok ini juga menjelaskan bahaya dari penggunaan narkoba. Menurutnya, penggunaan narkoba selain berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama otak. Juga berbahaya bagi kesehatan jiwa atau mental.

Kalau penyakit itu sudah menyerang anak muda, kata Ferry Batara, rusaklah bangsa ini. Karena itu, Ferry Batara yang juga Penasehat DPD PANNA (Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha) Kota Bekasi itu mengimbau agar semua masyarakat memerangi segala sesuatu yang bisa merusak masa depan bangsa, terutama narkoba.

“Seseorang yang sudah rusak otaknya akan lamban dalam berpikir dan kehilangan fokus. Apalagi kalau rusak mentalnya, orang menjadi ceroboh, tegang dan gelisah. Yang lebih mengerikan lagi, akan kehilangan rasa percaya diri, suka menghayal, apatis dan penuh curiga dengan lingkungannya,” pungkasnya. (ind)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close