Daerah

Ferry Batara: Budaya Literasi di Kota Depok Harus Terus Dikembangkan

Bacaleg DPR RI Dapil Jawa Barat (Jabar) VI, Ferry Batara mengapresiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok yang menggelar acara Depok Jago Baca Buku (Dejabuk) yang berlangsung 10 September hingga 14 September 2018. Tujuan dari Diskarpus adalah membangun budaya literasi di kalangan generasi muda.

“Saya sangat mendukung acara yang digagas oleh Diskarpus itu. Budaya literasi di Kota Depok ini harus terus dikembangkan,” kata Ferry Batara di Sawangan, Kota Depok, Jum’at (14/9/2018).

Selain menggelar beberapa lomba untuk ratusan pelajar di Kota Depok, seperti lomba mewarnai untuk anak TK, dan lomba menggambar bagi tingkat pelajar SD. Dalam acara itu, para pengunjung bisa membeli buku murah yang dijual di depan Perpustakaan Umum Kota Depok.

Ferry Batara, Bacaleg yang maju dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini berharap dengan adanya acara itu, masyarakat di Depok semakin mencintai budaya literasi. Karena menurutnya, kemampuan literasi adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Bahkan kemajuan suatu negara secara langsung tergantung pada tingkat melek huruf di negara tersebut.

Menurutnya, mengembangkan budaya literasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua masyarakat di Indonesia harus berperan dalam menumbuhkembangkan budaya literasi. Terlebih di era globalisasi ini, dengan pesatnya teknologi informasi, budaya literasi tidak bisa disepelekan lagi.

“Saya berharap acara itu menambah minat baca masyarakat Depok. Karena kita tahu membangun budaya literasi bukan hanya tugas pemerintah tapi tugas kita semua,” ungkap Ferry Batara yang juga Ketua DPD PSI Kota Depok.

Ferry Batara juga menegaskan kemampuan literasi merupakan hak setiap orang karena literasi dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Selain itu, karena kemampuan literasi sifatnya ‘multiple Effect’, maka literasi dapat memberikan efek untuk ranah yang sangat luas. Bukan hanya mengurangi populasi orang buta huruf, tetapi juga bisa menekan angka kemiskinan dan persoalan-persoalan lainnya.

“Manfaat dikembangkannya budaya literasi, selain angka buta huruf berkurang, tetapi juga kita bisa memberantas kemiskinan, menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya perdamaian,” pungkas Ferry Batara.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close