Daerah

Ferry Batara Desak Pemerintah Tindak Tegas Pabrik Pencemar Limbah Kali Bekasi

Kota Bekasi — Bacaleg DPR RI Dapil VI Jabar (Kota Depok dan Kota Bekasi) Ferry Batara merasa prihatin saat melintasi Kali Bekasi di Bendung Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, kali itu kini berubah warna menjadi hitam pekat dan berbusa. Bahkan mengeluarkan bau dan pemandangan yang tidak sedap. Demikian diungkapkan Ferry Batara usai kunjungannya ke Kota Bekasi, Selasa (04/09/2018).

Ia mengaku kaget dengan keadaan sungai tersebut. Merasa penasaran dampak dari kali yang berubah warna tersebut, Ferry pun bertanya ke warga setempat. Menurut penuturan warga, semua warga yang tinggal di bantaran kali merasa terganggu dengan aroma bau kali yang menyengat itu.

Menurut salah seorang warga bernama Ratna, kali itu mulai tercium bau sejak minggu sore. Kali tersebut diduga tercemar limbah dari 18 pabrik yang berdiri di sepanjang kali Bekasi. Ada pula dugaan jika kali tersebut tercemar limbah dari perusahaan di daerah Bantargebang, Kota Bekasi dan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Ferry Batara merasa prihatin karena masih ada pabrik-pabrik yang sembarangan dalam membuang limbahnya. Tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar.

Bacaleg yang maju dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu pun mendesak pemerintah Kota Bekasi dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung- Cisadane (BBWSCC) untuk menelusuri penyebab aroma zat kimia yang begitu pekat di Kali Bekasi. Ia berharap pihak yang berwenang bisa bertindak tegas terhadap pabrik yang mengotori kali.

“Jelas saya merasa prihatin karena kali yang seharusnya dijaga kebersihannya, justru dicemari oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena itu saya secara pribadi mendesak kepada pihak yang berwenang untuk bertindak tegas terhadap pelaku pencemaran itu,” kata Ferry Batara.

Ferry Batara menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk mewaspadai pencemaran lingkungungan dari limbah yang disebabkannya. Menurut Ferry Batara, jika tidak ada pengelolaan yang baik dan benar, limbah akan berdampak negatif pada lingkungan hidup. Ferry Batara yang juga Ketua DPD PSI Kota Depok itu menjelaskan limbah dapat menimbulkan penurunan kualitas udara dan penurunan kualitas air karena limbah padat biasanya langsung dibuang dalam perairan atau bersama-sama air limbah. Akibat air dan udara yang tak sehat, sambung Ferry, masyarakat bisa dengan mudah terkena penyakit.

“Ada banyak dampak negatif yang disebabkan limbah tersebut. Bisa bikin udara tak sehat dan air tak bersih. Kita semua tahu akibat udara dan air yang tak bersih bisa menimbulkan banyak penyakit, seperti diare, leptospirosis, kulit dan kurap,” papar Ferry Batara.

Intinya, menurut Ferry Batara semua pihak harus bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan yang bersih. Karena lingkungan yang demikian mempengaruhi kesehatan warga setempat.

“Saya berharap kita semua harus punya rasa tanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan. Jangan sampai pertumbuhan anak-anak terganggu,” pungkas Ferry Batara. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close