PSI

Ferry Batara Ingin DPR Dipenuhi Orang-Orang yang Memiliki Integritas

“Saya terjun ke dunia politik karena merasa bahwa politik bisa menjadi sarana pengabdian," kata Ferry Batara

Dunia politik sesungguhnya adalah sarana pengabdian. Melalui lembaga politik, kebijakan dan undang-undang dirumuskan. Itulah alasan Ferry Batara terjun ke dunia politik dengan maju menjadi calon anggota DPR RI Dapil Jawa Barat (Jabar) VI (Kota Depok dan Kota Bekasi) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok ini mengaku ingin terlibat langsung dalam merancang dan menyusun undang-undang dan segala jenis program pembangunan lainnya, yang memang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, harapan itu hanya bisa dicapai, jika masuk ke dalam lembaga politik. Ia ingin lembaga politik ke depan dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki integritas.

“Saya terjun ke dunia politik karena merasa bahwa politik bisa menjadi sarana pengabdian. Selain itu, lewat lembaga politik undang-undang dibuat, dan amat penting undang-undang disusun oleh orang-orang yang memiliki integritas,” ungkap Ferry Batara di Jalan Kartini, Pancoranmas, Kantor DDD PSI Kota Depok, Rabu (29/08/2018).

Ferry mengatakan bahwa dunia politik bukanlah dunia kotor, justru politik bisa menjadi sarana ibadah yang luar biasa jika para pelakunya meniatkan dan menjalankan ibadah dalam perjalanan politiknya.

“Politik bagi orang-orang yang amanah dan mengikhlaskan hidupnya untuk mengabdi pada negeri akan menjadi ibadah. Politik hanya menjadi menjadi kotor, ketika dipenuhi oleh politisi yang pikirannya kotor dan korup,” tegas Ferry Batara.

Untuk itu, Bacaleg yang tinggal di Cinere, Kota Depok ini berharap Pileg 2019 nanti, menghasilkan politisi-politisi yang baik, jujur dan adil, yang tidak menjadikan jabatan politik sebagai ladang untuk menumpuk kekayaan pribadi, melainkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Harapan besar saya, Pileg 2019 menghasilkan para anggota legislatif yang benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat, bukan anggota dewan korup,” harapnya.

Menurut Ferry Batara, hal itu penting agar lembaga politik mendapat tanggapan positif dari masyarakat, terutama para pemuda. Karena para pemuda lah yang akan melanjutkan perjuangan negeri ini. Bagaimana mungkin mereka tertarik pada politik, kalau stigma lembaga politik selalu buruk.

“Stigma bahwa lembaga politik itu kotor harus kita hilangkan. Caranya tentu saja, para anggota legislatif harus mulai berbenah diri, tidak lagi korup, agar anak-anak muda tidak apatis terhadap politik,” tutur Ferry Batara.

Meski masih ada para pejabat yang tertangkap karena kasus koruptor, Ferry Batara tetap mengajak kepada seluruh pemuda untuk tidak apatis terhadap politik. Ia meminta untuk membuang jauh-jauh anggapan bahwa politik adalah dunia kotor yang bisa menjerumuskan orang baik menjadi jahat.

Ferry menjelaskan, justru menjadi tanggung jawab pemuda untuk membalikkan pandangan seperti itu, karena bagaimana negara ini bisa maju, kalau anak-anak mudanya apatis dan menghindar dari dunia politik.

“Bukan lembaganya yang buruk, tetapi orang-orang-orang yang berpikiran piciklah yang membuat lembaga politik itu jelek. Untuk itu, meski masih ada politisi yang korup, anak muda harus memandang itu sebagai kesalahan segelintir orang. Jadi para pemuda harus tetap optimis dengan masa depan politik di negeri ini,” pungkas Ferry Batara. (Ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close