Pemerintahan

Festival HAM 2018: Keragaman, Solidaritas, Berkeadilan

JAKARTA – Pelaksanaan rangkaian Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 2018 bakal menarik karena digelar di Wonosobo, sebuah kota dataran tinggi di Jawa Tengah. Sebagai bagian peringatan HAM, Festival HAM akan digelar pada 13-15 November 2018 dengan mengambil tema ‘Merawat Keragaman, Memupuk Solidaritas Menuju Indonesia yang Inklusif dan Berkeadilan’.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sangat menyambut baik kegiatan ini, terutama karena mengangkat tema yang sangat faktual dengan kondisi Indonesia saat ini.

Kantor Staf Presiden berharap dengan tema yang baik ini dapat menjawab persoalan-persoalan di Indonesia, seperti tingginya sikap eksklusivitas dan maraknya ujaran kebencian berdasarkan SARA serta pandangan politik.

“Saat ini diperlukan pengembangan metode atau model yang lebih baik dan menarik untuk mempromosikan HAM, salah satunya dengan kegiatan Festival HAM ini,” kata Moedoko saat menerima Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Bina Graha, Senin, 6 Agustus 2018.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyampaikan, lembaganya bekerjasama dengan INFID terus memperluas sebaran kabupaten/kota yang mengarusutamakan HAM dalam pengelolaan daerahnya, yang disebut sebagai Kabupaten/ Kota HAM.

“Percepatan dan perluasan Kabupaten/Kota HAM kepada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia akan semakin baik. Ini sesuai dengan pesan Presiden Jokowi pada 2015 lalu,” kata Taufan. Pada pertemuan ini Taufan didampingi komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. Hadir pula Sugeng Bahagijo dan Mugiyanto dari INFID.

Beka Ulung menegaskan, makin maraknya intoleransi dan radikalisme dengan kekerasan merupakan salah satu latar belakang digelarnya Festival HAM 2018. “Lemahnya respon negara, penegakan hukum serta tren global terkait intoleransi dan radikalisme dengan kekerasan merupakan penyebab maraknya tindakan intoleransi dan radikalisme dengan kekerasan di Indonesia,” papar Beka.

Tindakan ini, lanjut Beka, mengakibatkan munculnya konflik sosial, berkurangnya rasa aman, dan mengancam persatuan serta kesatuan bangsa. Festival HAM dengan mengarusutamakan Kabupaten dan Kota HAM menjadi salah satu upaya untuk meredam tindakan intoleransi dan radikalisme dengan kekerasan.

Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo menyampaikan, beberapa kabupaten dan kota telah bersama-sama mengembangkan Kabupaten/Kota HAM di daerahnya, telah berbagi praktik baik di level internasional, seperti World Human Rights Cities Forum di Gwangju dan di Markas Besar PBB di Jenewa.

Terselenggaranya perencanaan acara Festival HAM ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peran aktif pemerintah daerah melaksanakan tugas dan tanggung jawab di bidang Hak Asasi Manusia, menjaga nilai kebhinekaan, serta menjadikan Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang memiliki pemahaman ‘Ramah HAM’.

ham3

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close