Firli Bahuri Segera Diberhentikan, Istana Tunggu surat Penetapan Tersangka dari Polri

Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: Tangkapan layar

INDOPOLITIKA.COM – Ketua KPK Firli Bahuri segera diberhentikan sementara dari posisinya saat ini, usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kapan Firli Bahuri diberhentikan? jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, Firli Bahuri memang harus diberhentikan sementara dari jabatanya.

Dalam Pasal 32 ayat (1), komisioner KPK berhenti atau diberhentikan karena meninggal dunia, berakhir masa jabatannya, melakukan perbuatan tercela, menjadi terdakwa karena melakukan tindak pidana kejahatan, berhalangan tetap atau secara terus-menerus selama lebih dari 3 bulan tidak dapat melaksanakan tugasnya, mengundurkan diri, atau dikenai sanksi berdasarkan UU KPK.

Sementara Pasal 32 ayat (2) berbunyi, “Dalam hal pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi tersangka tindak pidana kejahatan, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi diberhentikan sementara dari jabatannya”.

“Kalau mengacu pada bunyi Undang-undang, memang demikian. Tapi sampai saat ini, Pak Firli masih menjadi Ketua KPK. Masih sangat aktif. Sampai tadi masih ikut melaksanakan rapat,” ungkap Pimpinan KPK Alexander Marwata dalam konfrensi pers, Kamis (23/11/2023).

Disisi lain, istana menyebut pemberhentian sementara Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK segera diproses. Namun, Istana masih menunggu administrasi dari Polri.

“Kemensetneg masih menunggu surat pemberitahuan penetapan tersangka dari Polri. Jika surat itu sudah diterima, maka akan diproses menurut peraturan perundang-undangan,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, kepada wartawan, di Istana, Kamis (23/11/2023).

Sesuai Pasal 32 UU KPK, Pimpinan KPK diberhentikan sementara bila menjadi tersangka tindak pidana. Masih dalam pasal yang sama, pemberhentian itu ditetapkan oleh Presiden.

“Bentuk hukumnya Keppres jadi di dalam pasal 32 ayat 2 sudah sangat jelas mengenai bagaimana respons terkait penetapan sebagai tersangka, pemberhentian sementara,” papar Ari.

“Tentu akan dibungkus dalam Keppres,” imbuhnya.

Ia pun belum berkomentar soal kemungkinan adanya Plt Pimpinan KPK. Menurut Ari, semua proses masih menunggu pemberitahuan dari Polri.

Firli Bahuri dijerat sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya. Ia diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Belum ada penjelasan berapa nilai pemerasan yang dilakukan Firli Bahuri. Namun penyidik sempat menyita dokumen penukaran uang dari beberapa money changer yang nilainya mencapai lebih dari Rp 7 miliar.

Belum ada pernyataan dari Firli Bahuri soal status tersangkanya itu. Namun, dalam beberapa kesempatan, ia mengaku tidak pernah melakukan pemerasan. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *