FITRA Sarankan Anies Baswedan Baca Ulang Pergub Layanan Informasi Publik

  • Whatsapp
Seknas FITRA Misbah Hasan

INDOPOLITIKA.COM – Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Misbah Hasan menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membaca kembali Pergub Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Layanan Informasi Publik, yang pernah ditandatangani sendiri oleh Anies.

Hal itu disampaikan Misbah terkait rendahnya transpransi informasi publik terutama pembahasan R-APBD 2020 di Pemprov DKI Jakarta. Saran itu sekaligus menanggapi komentar Anies bahwa anggaran yang saat ini sedang jadi sorotan, seharusnya belum bisa dibuka ke publik karena masih data berbentuk mentah.

Baca Juga:

“Analogi dari pak Anies kalau pembahasan APBD belum bisa diakses secara luas oleh masyarakat, itu saya rasa keliru. Karena APBD itu adalah dokumen publik, dokumen yang berhak bisa dilihat oleh publik. Meski  dokumen yang belum jadi masih harus ada pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta apa salahnya dibuka,” kritiknya.

Anies, saranya, bisa baca kembali Pergub Nomor 175 tahun 2016 tentang Layanan Informasi Publik. Disitu dicantumkan bahwa setiap kebijakan atau rancangan kebijakan itu, bisa diketahui oleh publiK. “Nah ini yang saya lihat justru pak Anies melanggarnya sendiri (Pergub) itu. Sebaiknya dia kembali melihat Pergub yang sudah ditandatangani oleh beliau, karena ini sebenarnya kan basis transparansi itu. Kan justru membantu beliau untuk memperkuat pembahasan dokumen KUA-PPAS agar lebih optimal didalam pembahasan, lebih berkualitas dokumennya,” tuntasnya.

Sebelumnya, dalam salah satu cuplikan wawancara dengan salah satu telivisi, Anies menganalogikan jika pembahasan R-APBD saat ini ibarat pembuatan sebuah film, yang harus utuh pembuatanya. Tidak boleh sepotong-potong diupload.

“Misalnya begini. Anda sedang membuat film. Film itu akan ada pengambilan gambar yang masing-masing masih menjadi bahan baku. Nih gambar lalu ada yang ngambil potongannya, 3 detik atau 10 detik. Lalu diupload inilah film nanti yang akan tayang. Itu salah, bukan film jadinya. Jadi kan yang ditayangin sepotong bukan film namanya,” kata Anies.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *