FORMAPPI Soal Wacana Pansus Banjir: DPR Cenderung Politis, DPRD DKI Sekedar Hobi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur DKI Anies Baswedan kini menghadapi dua ancaman Panitia Khusus (Pansus) Banjir. Pansus itu datang dari dua arah. Yakni dari Komisi V DPR dan DPRD DKI. Tetapi Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Lucius Karus mengkritik pembentukan Pansus di dua lembaga itu.

Menurut Lucius, sikap anggota DPR dan DPRD DKI itu sangat terlambat. Wacana pembentukan Pansus baru muncul setelah musim banjir sudah tiba di pengujung musim hujan. Harusnya Pansus itu terbentuk jauh-jauh hari.

Bacaan Lainnya

“Sangat telat untuk menyelamatkan situasi. Jadi kalau mau dibilang Pansus ini dibentuk atas respons DPR atas kondisi masyarakat yang paling ril saya kira sangat-sangat terlambat. Ini bukan kali pertama banjir. Tahun-tahun sebelumnya juga sudah banjir. Harusnya respons DPR untuk mencari solusi banjir itu harusnya sudah sejak awal,” katanya kepada Indopolitika.com, Jumat, (28/2/2020).

Terlambatnya pembentukan Pansus itu justru menimbulkan kecurigaan. Masyarakat akan melihat pembentukan Pansus itu bermotif politis. Apalagi jika melihat perlakuan terhadap wacana pembentukan Pansus lain. Misalnya Pansus Jiwasraya.

“Apalagi kalau Pansus banjir ini cepat terwujud, semakin membenarkan motivasi Pansus lebih karena urusan politis ketimbang urusan menyelamatkan masyarakat yang terdampak banjir,” jelasnya.

Sementara pembentukan Pansus di DPRD DKI justru dia nilai hanya untuk mencari panggung politik. Pansus-pansus yang dibentuk selama ini juga latu sebelum berkembang. Sebab, anggota DPRD DKI lebih senang mengalihkan substansi persoalan kepada urusan politik.

“DPRD DKI ini sangat gemar mewacanakan pembentukan Pansus. Bukan saja soal hasilnya nanti tidak jelas tetapi juga Pansus-pansus sebelumnya juga gagal sejak awal. Gagal sejak direncanakan,” tuntasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar