Fraksi Gerindra Sebut Penyertaan Modal PT PITS Jadi Sandungan Raperda APBD Tangsel 2020

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM– Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyampaikan lima poin utama terkait alasan penundaan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

Ketua Faraksi Gerindra DPRD Kota Tangsel Ahmad Syawqi mengatakan, bahwa satu dari lima alasan fraksinya adalah terkait penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangsel, yakni PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS).

Berita Lainnya

Dikatakan Syawqi, dalam Raperda APBD Tangsel 2020, terdapat alokasi anggaran sebesar 21 milyar lebih, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2014 tentang Penyertaaan Modal Daerah Pada Perseroan Terbatas Pembangunan Investasi Tangsel.

Akan tetapi, hal itu belum termasuk penyertaan modal berbentuk aset pasar, yang belum diundangkan.

“Ini menyalahi, karena bunyinya jelas, sebelum persetujuan antara pimpinan DPRD harus selesai dulu menjadi Perda tentang A, B, C. Kalau kita menyetujui ini, menjadi masalah buat lembaga ini, yang saya ingatkan dari kemarin. Tolong selesaikan dulu apa yang menjadi pembahasan-pembahasan,” kata Syawqi diruang Fraksi Gerindra, lantai 2 gedung DPRD Tangsel, Kecamatan Setu, Senin malam (25/11/2019).

Menurut Syawqi, pengesahaan terkait Raperda APBD 2020 jangan dipaksakan, dengan menabrak tahapan-tahapan sebelum pengesahan, agar kedepannya tidak menjadi sebuah temuan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *