Fuad Rizal Pengganti Ari Askhara Terlibat Skandal Laporan Keuangan Garuda?

  • Whatsapp
Plt Dirut Garuda Indonesia, Fuad Rizal

INDOPOLITIKA.COM – Setelah I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dicopot dari jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), Kementerian BUMN sebagai pemegang saham tertinggi langsung mengangkat Fuad Rizal menggantikan Ari.

Fuad saat ini juga menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. Itu artinya dia merangkap jabatan ini hingga pemegang saham menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menentukan Dirut Garuda Indonesia definitif.

Baca Juga:

Sosok Fuad Rizal pun jadi sorotan Yunarto Wijaya. Ia mempertanyakan track record Fuad Rizal.

“Ini direktur keuangan saat kasus laporan keuangan bermasalah garuda kemarin bukan???,” tulis Yunarto Wijaya, (6/12/2019).

Pertanyaan Yunarto tersebut merujuk pada skandal permasalahan laporan keuangan PT Garuda Indonesia tahun buku 2018.

Saat itu bermula dari perolehan laba bersih tahun 2018 yang diselamatkan dari satu perjanjian kerja sama dengan dengan PT Mahata Aero Teknologi (MAT) bernilai US$ 239,94 juta atau setara Rp 3,41 triliun (kurs Rp 14.200/US$).

Dana itu masih bersifat piutang tapi sudah diakui oleh Manajemen Garuda Indonesia sebagai pendapatan. Alhasil, pada 2018 secara mengejutkan BUMN maskapai itu meraih laba bersih US$ 809,85 ribu atau setara Rp 11,33 miliar (kurs Rp 14.000).

Kejanggalan ini terendus oleh dua komisaris Garuda Indonesia. Keduanya enggan menandatangani laporan keuangan 2018 Garuda Indonesia yakni Chairal Tanjung dan Dony Oskaria. Kedua komisaris itu merasa keberatan dengan pengakuan pendapatan atas transaksi Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Layanan Konektivitas Dalam Penerbangan, antara PT. Mahata Aero Teknologi dan Citilink Indonesia. Pengakuan itu dianggap tidak sesuai dengan kaidah pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) nomor 23.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepakat menemukan adanya pelanggaran pada laporan keuangan tersebut. Untuk itu, kedua regulator ini sepakat menjatuhkan hukuman kepada akuntan publik, kantor akuntan publik, maupun perseroan.

Namun kekinian, Komisaris Utama Garuda, Sahala Lumban Gaol menilai Fuad tidak memiliki masalah dan layak untuk mengisi kekosongan Direktur Utamasa untuk sementara waktu.

“Direktur keuangan tidak kena sanksi (soal manipulasi laporan keuangan). Tidak ada direktur keuangan yang kena sanksi dalam laporan keuangan itu. Yang kena sanksi itu auditornya. Perusahaan hanya kena sanksi denda,” pungkas Sahala.[rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *