G30STWK, Pegawai Pemburu Maling Uang Rakyat yang Dipecat KPK Siap Teruskan Perlawanan

  • Whatsapp
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kanan) berjalan usai audiensi dengan Komisioner Komnas HAM di Jakarta. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

INDOPOLITIKA.COM – Sebanyak 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK resmi dipecat dengan hormat terhitung 30 September mendatang. Dipecat ‘sepihak’ oleh lembaga tempat mereka, tentunya meninggalkan ‘luka’.

Apalagi selama ini beberapa di antara mereka adalah pemburu maling uang rakyat yang cukup disegani. Ironisnya kini mereka malah yang diberantas. Mereka menilai, cara KPK memecat pegawainya lebih buruk dari manajemen pasar. Mereka dilabeli merah dan sekarang diberhentikan.

Berita Lainnya

“Selama ini bertanya-tanya, apa yg salah dg wawancara TWK? Kenapa kami statusnya TMS? Tiba-tiba tanpa penjelasan kami dilabeli merah dan sekarang diberhentikan,” tulis pegawai KPK, Tata Khoiriyahah melalui akun Twitternya, @tatakhoiriyah.

“Bahkan manajemen pabrik saja lebih terhormat dan bermartabat caranya mengakhiri hubungan dengan buruhnya,” kata Rasamala Aritonang pegawai KPK lainnya.

Bahkan ada yang menganggap, pemecatan pada 30 September mengingatkan mereka pada sebuah sejarah kejam yang pernah terjadi di Indonesia.

“G30STWK. Hari ini kami dpt SK dr pimpinan KPK. Mereka memecat kami! berlaku 30 september 2021. Layaknya, mereka ingin terburu2 mendahului Presiden sebagai kepala pemerintahan. Memilih 30 September sbg sebuah kesengajaan. Mengingatkan sebuah gerakan yg jahat & kejam. Diterima?,” tulis salah satu pegawai KPK yang dipecat, Giri Suprapdiono melalui akun Twitternya, @girisuprapdiono, 15 September lalu.

Giri mencium ada kejanggalan dari proses pemecatan yang begitu cepat itu. “Rupanya, ada gerakan koordinasi percepatan pemberhentian oleh “pihak pemerintah” dan pimp KPK. Menurut UU KPK, batas waktu akhir 2 th peralihan kami adalah 17 Okt 2021. Mrk sudah gak tahan & memilih 30 september. Ada apa?,” tanyanya.

“Kita akan terus melawan & melakukan upaya hukum. Masih punya waktu sd 30 sept 2021. Gimmick peringatan hari besar, yg selalu dicederai dengan kebusukan yang dibungkus TWK. Semoga, 1 Okt akan menjadi hari kemenangan kita. Kegelapan akan mjd terang, Luka yg telah membuka cahaya,” tulisnya kemudian.

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *