Gandeng Mantan Bos KPK, Helmy Yahya Lawan Kezaliman Dewas TVRI

  • Whatsapp
Helmy Yahya bersama kuasa hukumnya, menggelar konfrensi pers terkait pemecatan dirinya sebagai Dirut TVRI.

INDOPOLITIKA.COM- Dewan Pengawas TVRI diakui memiliki hak untuk memberhentikan Direksi TVRI. Tetapi, kewenangan pemberhentian itu tidak bisa dilakukan semena-mena.

Apalagi Helmy Yahya tidak pernah melakukan kesalahan yang berujung pidana. Helmy justru berhasil memperbaiki keadaan TVRI sehingga bisa bersaing dengan TV lain. Hal itu disampaikan pengacara Helmy, Chandra Hamzah.

Bacaan Lainnya

Mantan Komisioner KPK itu menyatakan, terdapat kontradiksi antara perihal surat pemecatan kliennya dengan isi lampiran surat. Dalam lampirannya, Dewas menyatakan, Helmy diberhentikan dengan hormat.

“Kalau (diberhentikan) dengan hormat, artinya tanpa kesalahan. Kalau memberhentikan dengan hormat artinya tanpa kesalahan. Artinya kontradiktif dengan lampiran suratnya. Dalam suratnya, katanya ada kesalahan. Ini kontradiktif seperti yang dibacakan (Helmy) tadi,” ujarnya.

Meskipun Dewas memiliki kewenangan mengganti Direksi, kewenangan itu tidak boleh dilakukan secara zalim. Nah, menurut Chandra Hamzah, Helmy Yahya saat ini menjadi korban kezaliman Dewas TVRI. Berprestasi tetapi dipecat.

“Orang yang memiliki kewenangan bisa dipermasalahkan bila melaksanakan kewenangannya itu dengan semena-mena,” katanya.

Karena itu, sebagai kuasa hukum, dia dan timnya sedang menyusun langkah-langkah hukum selanjutnya untuk Helmy Yahya. Dia memastikan, keputusan langkah hukum yang diambil akan disampaikan dalam waktu cepat.

“Secepatnya akan kami sampaikan langkah hukum apa yang akan diambil,” ujarnya. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *