Gangster Vembazak Aniaya 9 Pelajar di Tangsel, Kepala Diinjak-Dicekoki Miras  

  • Whatsapp
Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika memberikan keterangan kepada wartawan, Senin, (4/11/2019).

INDOPOLITIKA.COM – Dunia Pendidikan di Kota Tangerang Selatan tercoreng moreng akibat ulah Gangster Vembajak. Mereka dilaporkan telah melakukan penganiayaan terhadap sembilan pelajar dilingkungan SMP Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta.

Gangster Vembajak merupakan sekumpulan alumni sekolah tersebut, dan saat ini sudah menempuh pendidikan ditingkat SMA di berbagai sekolah. Saat beraksi, mereka nampak begitu kasar dan bengis menganiaya para juniornya.

Baca Juga:

Gangster Vembajak tidak hanya menyuruh menyetor uang mingguan dari para korban, tetapi juga dianiaya hingga menderita luka. Para korban digebuki, dicekoki rokok, dicekoki miras hingga perlakukan kasar lainnya.

Kesembilan pelajar yang menjadi korban kebengisan Gangster Vembajak masing-masing berinisial MD, AD, KSN, RJH, JS, MSY, NA, FN, dan MFM. Mereka seluruhnya merupakan siswa kelas 2 SMP MP UIN.

Pengakuan salah satu orangtua korban, Iqbal, putranya dianiaya secara fisik dan psikis oleh para senior tersebutnya pada tanggal 14 Oktober 2019 di salah satu rumah pelaku . Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Ciputat untuk ditindaklanjut.

“Anak saya sama 4 temannya dipalak (dimintai uang), digebuki, dicekoki rokok, dicekoki miras sama alumninya. Kejadian pertama di rumah pelaku, terus besoknya di kantin sekolah,” kata Ikbal kepada indopolitika.com, Senin (4/11/2019).

Kekerasan itu kembali berulang keesokan harinya tanggal 15 Oktober 2019, di kantin sekolah MP UIN yang terletak di Komplek UIN, Jalan Ibnu Taimia IV, Pisangan, Ciputat. Di sana yang menjadi korban berjumlah 4 siswa, kebrutalan yang sama dipraktikkan para pelaku.

“Waktu di rumahnya pelaku, korbannya ada 5 siswa, terus berlanjut besoknya di kantin sekolah ada 4 siswa. Jadi yang enggak datang ke rumah pelaku, dianiayanya di kantin sekolah itu,” bebernya.

Terpisah, Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika membenarkan adanya laporan mengenai kekerasan terhadap siswa MP Pembangunan UIN. Namun kini penanganannya diambil oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Terlapor ada 5, mereka adalah alumni yang sekarang sekolah di jenjang SMA. Kita kerjasama dengan Polres, hari ini dilimpahkan ke unit PPA,” ucap Endy.

Dilanjutkan Endy, hingga saat ini sudah 2 orang tua korban dan 1 orang tua dari pelaku yang dipanggil guna dimintai keterangan. Dari sana diperoleh pengakuan, bahwa korban dipanggil dan diajak ke rumah terlapor hingga terjadi peristiwa itu. “Sudah 3 orang tua yang kita mintai keterangan, kalau hasil visum saya belum melihat,” ucap Endy.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *