Ganjar dan Gibran Bicara Tambang Ilegal di Klaten: Bekingnya Ngeri, Isinya Preman!

Ilustrasi. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan Gubernur Ganjar merespon tambang ilegal di Klaten/net

INDOPOLITIKA.COM – Keberadaan tambang illegal di Klaten Jawa Tengah, ramai dikeluhkan warga. Informasinya, ada 20 titik lokasi penambangan ilegal, tapi tidak ada tindakan tegas dari aparat.

Awalnya, tambang illegal itu dikeluhkan warga dengan menandai akun Twitter resmi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gibran pun merespons keluhan akun Twitter tersebut. Menurutnya, aktivitas tambang ilegal itu dibekingi oleh sosok yang mengerikan.

“Ya pak. Ini bupati juga beberapa kali mengeluh ke saya. Backingan nya ngeri,” kata Gibran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkap adanya gali (Bahasa Jawa) atau preman di balik tambang galian C. Hal itu disampaikan Ganjar dalam rapat koordinasi menyikapi tambang ilegal.

Dalam cuitannya di Twitter, Ganjar mengatakan, rapat itu diikuti oleh peserta dari kabupaten/kota.

“Hari ini kita rakor seluruh kabupaten kota menyikapi tambang ilegal. Kita sepakati membuat desk pelaporan untuk menerima laporan masyarakat. Dari laporan itu kita akan cek langsung ke lapangan untuk memberantas tambang ilegal yang semakin meresahkan masyarakat,” tulis Ganjar di akun Twitternya yang dikutip detikcom, Selasa (29/11/2022).

Dalam cuitan tersebut, Ganjar juga mengunggah potongan video rapat. Dalam video tersebut, Ganjar menanyakan kepada kepada peserta yang hadir, daerah mana yang memiliki tambang galian C dan tertekan karena adanya tambang tersebut. Ia meminta peserta angkat tangan.

“Apakah Bapak Ibu, di mana daerahnya punya galian C, hidup Anda tertekan atau tidak? Yang merasa tertekan, angkat tangan. Loh rak usah wedi, iki nek ora tak kandake karo KPK loh ini (Loh nggak usah takut, kalau tidak saya laporkan KPK loh ini),” ujar Ganjar.

Beberapa peserta pun terlihat mengangkat tangan. Kemudian, ia bertanya apakah ada daerah yang memiliki galian C dan itu menyenangkan atau tak masalah.

“Yang merasa di daerahnya ada galian C itu menyenangkan dan tidak masalah, angkat tangan. Rak wani og kowe og (Kamu nggak berani ko),” ujarnya.

Menurut Ganjar hal itu tidak bisa dibiarkan. Sebab, tambang ilegal membuat mata air hilang dan jalan rusak. Diakui Ganjar, di belakang galian C isinya preman.

“Ini nggak bisa, mata air hilang, jalan rusak karena jalannya itu kalau nggak jalannya desa, ya jalannya kabupaten. Memang di belakang galian C itu isinya gali (preman),” katanya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *