Gara-Gara Bipang Ambawang: Akhmad Jajuli Minta Mendag Mundur

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kontroversi Presiden Joko Widodo terkait ajakan membeli oleh-oleh kuliner khas nusantara kian menjadi polemik. Berbagai kalangan turut memberikan komentar lantaran ada sebagian produk yang di promosikan d ini la tidak pantas pada momentum hari raya Lebaran.

“Semula saya menduga pengungkapan oleh2 kuliner Dalam Negeri “Bipang Ambawang” tgl 6 Mei 2021 kemarin oleh Presiden Joko Widodo hanya sebagai “slip of the tongue” (keseleo lidah)— sebagaimana dibela Fadjroel Rachman Sang Juru Bicara Presiden — bahwa yg dimaksud adalah ‘Jipang’ atau ‘Gipang’,” ungkap salah satu tokoh Banten, Akhmad Jajuli seperti dikutip dari status Facebook miliknya, Selasa (11/05).

Berita Lainnya

Sebab penasaran, Akhmad Jajuli pun mengecek terkait video yang beredar untuk memastikan apakah betul ‘keseleo’ Lida atau memang sengaja menyebut Bipang. “Rupanya pengucapan ‘Bipang Ambawang’ oleh Presiden Joko Widodo itu by design oleh Kementerian Perdagangan  sebagai Leading Sektor acara Promosi Kuliner Dalam Negeri itu,” jelasnya.

Diketahui, hal tersebut juga diakui oleh Menteri berdagangan, Muhammad Lutfi, dengan argumen tepatnya sebagai dalih bahwa kita tidak hanya bicara Umat Islam saja tapi juga Indonesia yg berbeda Suku-suku, Agama dan Budaya.

Menurut Jajuli, kegiatan promosi semacam itu sangat baik dan sangat boleh mempromosikan kuliner Dalam Negeri kepada Publik atau bahkan hingga Publik Internasional. Namun mempromosikan “Bipang Ambawang” pada saat menjelang Idul Fitri tentu sangatlah tidak tepat, bahkan sangat tidak patut. Apalagi menurut Jajuli karena Pak Jokowi itu juga adalah seorang Muslim.

“Lakukan promosi hal-hal yg demikian itu secara tertutup atau pada momen-momen yg relevan (misalnya) pada perayaan tahun baru, atau momen lainnya,” katanya lagi.

Buhtut dari polemik Bipang Ambawang tersebut, Akhmad Jajuli secara tegas meminta kepada Menteri Perdagangan untuk meminta maaf kepada publik terkhusus kepada umat muslim Indonesia.

“Muhammad Lutfi harus meminta maaf kepada Publik Muslim, terutama. Atau dia menyatakan Mundur dari jabatan Menteri Perdagangan,” pungkasnya. [dbm]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *