Gara-gara Kasus Suap Harun Masiku, Jago Kepala Daerah PDIP Diprediksi Banyak Yang ‘Tumbang’

  • Whatsapp
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedih.

INDOPOLITIKA.COM- Keterlibatan caleg PDI Perjuangan, Harun Masiku, dalam perkara suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan diprediksi akan membuat para calon kepala daerah yang diusung PDIP pada Pilkada 2020 ‘bertumbangan’. Kasus itu diprediksi akan membuat anjlok tingkat keterpilihan (elektabilitas) para jago kepala daerahnya PDIP.

“Saya kira besar atau kecil pasti berdampak. Tetapi sejauh mana dampaknya tentu harus diukur melakukan penelitian lebih dulu,” ujar pengamat politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing di Jakarta.

Berita Lainnya

Menurut Emrus, dugaan adanya keterlibatan oknum partai lainnya dalam kasus itu dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Emrus berujar, setidaknya ada tiga langkah yang bisa dilakukan PDIP untuk meredam dampak dampak buruk dari kasus suap Harun Masiku.

Pertama, PDIP sebaiknya mengusung calon kepala daerah yang telah memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang baik di masyarakat.

“Majukan calon-calon yang sudah diterima oleh masyarakat, tokoh masyarakat, yang kredibel, yang berintegritas,” ucap Emrus.

Kedua, calon kepala daerah PDIP harus menawarkan program kerja yang jelas, terukur, dan pro terhadap kesejahteraan rakyat.

Ketiga, para calon kepala daerah harus membuat janji politik yang ditandangani langsung oleh yang bersangkutan, sebagai bukti nyata keseriusan mereka menjadi kepala daerah.

Jika langkah-langkah itu dilakukan, Emrus meyakini PDIP akan bisa berbicara banyak pada pilkada yang akan berlangsung di 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten itu.

Seperti diketahui, pada Rabu 8 Januari 2020, komisioner KPU Wahyu Setiawan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait transaksi suap pemilihan calon legislatif.

Wahyu diketahui meminta dana operasional Rp 900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR lewat PAW. Ihwal perkara itu KPK total telah mengumumkan empat tersangka.

Adapun keempatnya yakni sebagai Wahyu dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) sebagai penerima. Kemudian kader PDIP Harun Masiku (HAR) dan Saeful (SAE) dari unsur swasta sebagai pemberi.[sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *