Gara-gara Keran Impor, BI Pesimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 7 Persen

  • Whatsapp
Deputi Gubernur Bi Dody Budi Waluyo

INDOPOLITIKA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah berjanji membawa ekonomi Indonesia tumbuh di angka 7%. Namun, janji itu akan susah tercapai lantaran terkendala kondisi global yang tak mendukung dan fundamental ekonomi Indonesia belum mampu mengejar target tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo. Dia menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terkendala sebab adanya tekanan, khususnya dari nilai tukar yang berasal dari kegiatan impor.

Baca Juga:

“Belum lagi karena tekanan kenaikan harga inflasi. Ada kendala dari sisi pertumbuhan ekonomi untuk bisa meningkatkan potensialnya dari saat ini.” Ucap Dody, di Jakarta, Rabu (4/8).

“Ini mengapa pertumbuhan 5,1-5,2%. Keinginan kita selalu mencapai 6% tanpa ada gangguan dari stabilitas, karena itu menjadi penting BI selalu mencoba memberikan stimulus ekonomi,” sambungnya.

Menurut Dody, jika stabilitas ekonomi mampu dijaga di tengah tekanan eksternal yang cukup berat maka ekonomi masih bisa terus positif.

Dody mengungkapkan juga, BI terus mencoba menerapkan kebijakan yang memancing stimulus perekonomian. Melalui suku bunga, BI telah menurunkannya 2 kali. “Harapannya disambut pelaku ekonomi untuk terus meningkatkan kegiatan ekonomi.”

“Dengan kita turunkan suku bunga, semakin berikan fuel untuk sektor riil terus tumbuh terutama manufaktur,” jelasnya.

BI juga terus menerapkan kebijakan makro prudensial yang sifatnya sudah akomodotaif. “Kita akan melanjutkan kebijakan akomodatif lainnya yang tujuannya untuk meningkatkan pembiayaan dari sektor perbankan,” tutup Dody.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *