Garuda Indonesia Tahu Beres Cs Tak ‘Bermanfaat’, Erick Wacanakan Ditutup Segera  

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, benar-benar kinerja perusahaan plat merah memberikan kontribusi maksimak ke negara. Jika dirasa bisnis yang dijalankan tidak terlalu moncer, menutupnya perusahaan atau anak bisnis plat merah menjadi opsi.

Erick Thohir sudah mengambil ancang-ancang untuk menutup lima anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Salah satu anak usaha maskapai pelat merah itu yang akan ditutup yakni PT Garuda Tauberes Indonesia. Anak usaha ini sebelumnya viral ketika mencuat kasus eks Dirut Garuda Ari Askhara.

Bacaan Lainnya

Disisi lain, eks pemilik klub Inter Milan itu menargetkan perusahaan-perusahaan plat merah bisa memberi setoran ke negara hingga Rp 700 triliun di 2024. Setoran ke negara tersebut meliputi pajak, dividen dan royalti.

“Memang ada beberapa perusahaan, contoh di Garuda ada lima anak perusahaan yang sebenarnya siap dilikuidasi. Sedang diusulkan kepada Pak Presiden (Jokowi) dan Menteri Keuangan (Sri Mulyani) untuk mandat tambahan, kita bisa memerger dan likuidasi,” ujar Erick di Jakarta, kemarin.

Terkait rencana ini, Erick mengaku sudah mendapat persetujuan dari jajaran petinggi Garuda Indonesia untuk menutup lima anak usahanya tersebut. Penutupan kelima anak usaha Garuda Indonesia itu dilakukan karena menganggap perusahaan-perusahaan tersebut tak menguntungkan.

Namun, Erick enggan menyalahkan menteri pendahulunnya. “Karena memang sudah hasil rapat komisaris dan direksi mereka sudah mengusulkan ini perlu segera (ditutup) karena memang tidak ada manfaatnya,” kata Erick.

Sementara itu, Erick juga menargetkan perusahaan-perusahaan plat merah bisa memberi setoran ke negara hingga Rp 700 triliun di 2024. Setoran ke negara tersebut meliputi pajak, dividen dan royalti. Selain itu, target lainya, perusahaan plat merah juga bisa meraih laba bersih setidaknya Rp 300 triliunan pada tahun 2024 mendatang.

“Saat ini, laba bersih perusahaan BUMN sekitar Rp 180 triliun per tahunnya. Kita berharap di tahun 2024 laba bersih ini bisa Rp 300 triliunan. Kita berusaha, tidak mudah karena kondisinya, tapi kita tingkatkan hampir double,” tutupnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *