Gawat…AS Kerahkan 70 Truk Tentara ke Suriah, Jangan-jangan Mau ‘Rampok’ Minyak?

  • Whatsapp
Konvoi militer AS mengendarai mobil di pinggiran Kota Qamishli, Suriah timur, pada 14 Januari 2020. (Foto: AFP)

INDOPOLITIKA.COM – Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan puluhan truk militer dan peralatan logistik ke daerah-daerah kaya minyak yang telah didudukinya di provinsi timur Dayr al-Zawr di Suriah dan Provinsi Timur Laut Hasakah, ketika Washington dan beberapa sekutu regionalnya saling bersaing satu sama lain untuk merebut cadangan minyak dan menjarah sumber daya alam di negara yang dilanda perang tersebut.

Salah seorang sumber yang tidak menyebutkan namanya dari Kota Qamishli mengatakan kepada kantor berita resmi Suriah SANA, bahwa konvoi 75 truk melintasi penyeberangan perbatasan Semalka melintasi Tigris Kamis malam dan menuju ke posisi tentara AS berada di kedua provinsi ini.

Baca juga:

Pada akhir Oktober tahun lalu, Washington membalikkan keputusan sebelumnya untuk menarik semua tentaranya dari timur laut Suriah, dan mengumumkan pengerahan sekitar 500 tentara ke ladang minyak yang dikendalikan oleh pasukan Kurdi di negara Arab.

AS mengklaim bahwa langkah itu bertujuan melindungi ladang dan fasilitas lainnya di wilayah itu, dari kemungkinan serangan oleh kelompok teroris Daesh Takfiri.  Kepala Pentagon Mark Esper kemudian mengancam bahwa pasukan AS yang dikerahkan ke ladang minyak akan menggunakan “kekuatan militer” terhadap pihak mana pun yang mungkin berusaha untuk menantang kontrol AS terhadap lokasi tersebut.

Konvoi militer AS mengendarai mobil di pinggiran Kota Qamishli, Suriah timur, pada 14 Januari 2020. (Foto: AFP)

Sekalipun jika itu adalah pasukan pemerintah Suriah atau sekutunya, Rusia.

Suriah, yang belum mengesahkan kehadiran militer Amerika di wilayahnya, mengatakan AS sedang “menjarah” minyak negara itu.

Dan pada 18 Desember 2019, utusan khusus Cina untuk Suriah Xie Xiaoyan mengatakan alasan Amerika Serikat untuk memperluas kehadiran militernya di negara Arab, yaitu untuk melindungi ladang minyak Suriah, tidak dapat dibenarkan.

“Siapa yang memberi orang Amerika hak untuk melakukan ini? Dan, atas undangan siapa AS melindungi ladang minyak Suriah?,” kritik Xie Xiaoyan pada konferensi pers di Moskow, saat itu.

“Mari kita berpikir sebaliknya: akankah AS mengizinkan Suriah mengirim pasukan ke wilayah AS untuk melindungi ladang minyak di sana?,” sindirnya.[asa]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *