Gedung DPRD Jabar Tutup Usai 38 Orang Terpapar Covid-19, Termasuk Anggota Dewan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di perkantoran pemerintah kembali terjadi. Setelah Gedung Sate dengan 62 orang terpapar, sebanyak 38 orang di lingkungan Gedung DPRD Jawa Barat dilaporkan terpapar Covid-19 sehingga dalam dua pekan kedepan, gedung tersebut ditutup sementara.

Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar Ida Wahida Hidayati membenarkan, saat ini, terdapat 38 orang di Gedung DPRD Jabar yang terpapar virus Covid-19. Puluhan orang itu terdiri dari sejumlah anggota dewan, PNS dan Non-PNS yang bekerja di lingkungan Gedung DPRD.

Berita Lainnya

“Namun belum diinventarisir seluruhnya, berapa orang anggota, berapa PNS, berapa non-PNS karena (laporan yang kami terima) campur. Kita sedang inventarisir soalnya hasilnya baru datang dari Labkes, kita mau data dulu mana anggota dewan, mana PNS, mana non-PNS,” ujar Ida ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/8/2020).

Menurut Ida, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar melakukan pelacakan kontak erat 38 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan kondisi tersebut, kegiatan di Gedung DPRD akan ditutup selama 14 hari kerja, seperti Gedung Sate yang sudah dua pekan lebih ditutup.

Ida mengaku belum mengetahui asal mula penyebaran corona di DPRD. Namun, sejauh ini aktivitas kantor dewan memang berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau penyebabnya tidak bisa terdeteksi. Di kantor kan banyak orang lalu lalang, ada yang penyampaian dari aspirasi masyarakat, banyak melaksanakan tugas dari luar kantor untuk melakukan desk dengan OPD dan kita sedang pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA PPAS),” ujarnya.

Pihaknya berharap melalui pelacakan kontak erat mereka yang terpapar Covid-19 akan ketahuan awal penularan.

“Jadi nanti dengan tracing ini kita akan tahu kapan terakhir 38 punya kontak erat. Baik di kantor atau di luar kantor,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pelacakan Kontak Pengujian dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Jabar, Siska Gerfianti mengatakan penelusuran kontak dilakukan dengan rasio 1:30. Dengan demikian, setiap satu kasus positif Covid-19 akan dilacak 30 orang yang dinilai paling intens berinteraksi paling intens dengan orang tersebut. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *