INDOPOLITIKA – Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pengemudi taksi online ditodong senjata api laras pendek oleh pria diduga oknum TNI viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di sekitar perempatan Viktor, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu malam, 1 Maret 2026.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat korban terlibat cekcok dan sempat saling tarik baju dengan pelaku pria diduga oknum TNI itu.
Pria berkaos hitam itu bahkan beberapa kali ditendang, sebelum akhirnya pelaku yang mengenakan jaket dan berkepala plontos menodongkan senjata api ke keningnya. Korban tampak berusaha menghindar dalam kondisi tertekan.
Menurut pengakuan korban, insiden bermula saat mobil yang dikendarainya bersenggolan dengan kendaraan lain di lokasi tersebut.
Korban kemudian menghentikan kendaraannya di belakang mobil pelaku untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun, pelaku yang mengaku sebagai aparat justru bereaksi agresif dan terlibat cekcok dengan korban.
Tak terima atas kejadian itu, pelaku keluar dari mobil dan berusaha merusak kendaraan korban dengan hendak memecahkan spion kanan dan kiri mobil.
Korban sempat menghalangi tindakan tersebut agar kerusakan tidak semakin parah.
Situasi kemudian semakin memburuk ketika pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke arah kepala korban.
Korban juga mengaku diborgol oleh pelaku, kemudian mengalami pemukulan hingga hidungnya berdarah. Selain itu, siku korban mengalami luka-luka akibat dibanting ke tanah.
Pelaku Minta Uang Rp900 Ribu
Korban sempat mengajak pelaku untuk menyelesaikan masalah secara hukum dengan mendatangi kantor polisi. Namun ajakan tersebut ditolak oleh pelaku. Karena merasa terancam dan takut, korban akhirnya memilih jalan damai.
Meski demikian, pelaku diduga meminta uang sebesar Rp900 ribu sebagai syarat perdamaian. Korban mengaku tidak memiliki uang tersebut karena saat itu orderan sebagai pengemudi Grab sedang sepi.
Korban juga menyebutkan kondisi mobilnya mengalami kerusakan yang lebih parah dibandingkan kendaraan pelaku.
Dalam keterangannya, korban mencatat pelat nomor kendaraan pelaku, yakni B 1320 SJE, dan berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti peristiwa tersebut sesuai hukum yang berlaku.
Respons TNI AD
Pihak TNI AD memastikan telah menangani kasus tersebut. Denpom Jaya/1 Tangerang segera berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan dan satuan terkait.
Hasilnya, pada Senin (2/3/2026) malam, oknum prajurit yang bersangkutan telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Madenpom Jaya/1 Tangerang.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, proses pemeriksaan saat ini sedang berjalan dan dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, berdasarkan pendalaman awal, insiden terjadi karena perselisihan akibat senggolan kendaraan, hingga oknum prajurit diduga menodongkan benda menyerupai pistol, yang kemudian diketahui bahwa ternyata benda tersebut adalah pistol mainan berbahan kayu.
“Saat ini oknum prajurit yang terlibat sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh Denpom Jaya/1 Tangerang. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pendalaman kronologi, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti,” tegas Kadispenad.
Dia juga menambahkan, TNI AD tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum maupun tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.
“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum dan disiplin militer. TNI AD berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat serta profesionalisme prajurit melalui mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” tandas Donny.
Korban Lapor Polisi
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut.
“Benar ada laporan ke Polres Tangerang Selatan pada hari Senin tanggal 2 Maret 2026, dari laporan polisi tersebut kita melakukan penyelidikan,”ujar Wira, Selasa (3/3/2026).
Setelah menerima laporan, polisi memeriksa korban sekaligus pelapor. Pada malam harinya, petugas juga berhasil mengidentifikasi terduga pelaku.
“Kita telah identifikasi terduga pelaku, kemudian terhadap terduga pelaku kita kembalikan ke satuan samping, kalau dari korban memang sopir dari salah satu (online) mobil,” katanya. (Red)












Tinggalkan Balasan