Geger Pengakuan Penembak Jitu Israel Targetkan 42 Warga Palestina ‘Ditembak’ Sehari

  • Whatsapp
Penembak Jitu Israel di jalur Gaza. (Foto/haarezt.com)

Flint juga ingat penembak jitu dari unit elit yang membidik lutut  para pemrotes tetapi tembakanya terlalu tinggi dari lutut. Akibatnya, demonstran kehilangan nyawanya karena kehilangan banyak darah.

Berita Lainnya

“Tentara itu, seorang penembak jitu yang sangat berdedikasi untuk misinya, menggambarkan, dia menyaksikan demonstran mati kehabisan darah. Dia tidak bisa melupakan pria (korban) itu berteriak agar tidak ditinggalkan sendirian. Dia juga ingat dengan jelas evakuasi [dari tubuh], dan para wanita yang menangisinya. Sejak saat itu, hanya itu yang ia pikirkan dan semua ia impikan. Dia mengatakan, “Aku tidak dikirim untuk membela, aku dikirim untuk membunuh,” cerita Flint.

“Tentara itu masih dihantui ingatan dari orang yang dia bunuh,” jelasnya.

Sementara Daniel, penembak jitu lain yang diwawancarai, menceritakan sisi lain dari kisah yang tak tertahankan ini, membidik seorang demonstran tetapi mengenai orang lain. “Saya kenal seseorang yang membidik salah satu pemimpin demonstrasi, yang berdiri di atas sebuah kotak dan mendesak orang-orang untuk terus bergerak maju. Prajurit itu membidik kakinya, tetapi pada detik-detik terakhir, pria itu bergerak dan peluru melesat mengenai dirinya. Tentara itu sekarang seperti bangkai kapal. Dia diawasi jam, tapi dia tidak akan bunuh diri,” tandasnya.

Hamas: Penembak jitu Israel melakukan kejahatan perang, harus diadili di ICC

Pada hari Minggu, gerakan perlawanan Palestina, Hamas mengutuk apa yang telah diungkapkan oleh penembak jitu Israel tentang misi mengerikan mereka terhadap para demonstran yang melakukan protes damai itu. Hamas bersikeras bahwa para penjahat ini harus diadili di Pengadilan Kriminal Internasional atau international criminal court (ICC).

“Kebanggaan penembak jitu rezim Zionis dalam membunuh dan secara sengaja melukai warga Palestina meskipun demonstrasi damai mereka mencerminkan mental kejam dan brutal para komandan dan tentara rezim,” kata juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan, merujuk pada laporan Haaretz tentang penembak jitu Israel.

“Rezim Israel harus membayar penuh kejahatan ini dengan meninggalkan tanah kami,” katanya.[asa]

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar