INDOPOLITIKA – Jagat media sosial kembali ramai setelah muncul unggahan seorang warganet yang mengaitkan nama vocalis D’Masiv, Rian Ekky Pradipta, dengan dugaan praktik child grooming.
Pengakuan tersebut disampaikan melalui akun Threads @uhhh.melia dan langsung menyita perhatian publik.
Pemilik akun itu mengklaim mengalami perlakuan tidak pantas ketika dirinya masih di bawah umur. Unggahan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu child grooming yang belakangan banyak diperbincangkan di ruang publik.
Ia menyebut keberaniannya mengungkap pengalaman tersebut dipicu oleh diskursus yang menguat setelah terbitnya buku Broken Strings karya aktris Aurelie Moeremans, yang mengangkat kisah traumatis terkait isu serupa. Menurutnya, masih banyak dugaan kasus yang belum terungkap.
“Banyak orang yang aware dengan ‘child grooming’ karena buku Broken Strings-nya Aurelie. Tapi pasti nggak banyak yang aware kalau Rian D’Masiv juga child grooming,” tulis akun tersebut, Minggu (18/1/2026).
Dalam narasinya, perempuan itu mengaku peristiwa tersebut terjadi saat ia berusia 12 tahun. Ia juga menyatakan pernah menghubungi istri Rian melalui pesan langsung untuk menyampaikan dugaan perilaku tersebut. Namun, respons yang diterima disebut tidak seperti yang diharapkan.
“Istri-nya Rian D’Masiv pas gue DM ngasih tahu tingkah laku laki-nya yang kegatelan nyuruh gue ke tempat-nya jam 3 pagi malah dibilang pansos,” tulisnya dalam unggahan lanjutan.
Akun tersebut juga mengklaim sempat bertemu langsung dengan Rian di sebuah tempat hiburan malam sebelum adanya ajakan tersebut. Namun, ia memilih meninggalkan lokasi lebih awal karena merasa tidak nyaman.
Selain pengakuan personal, pemilik akun turut membagikan sejumlah tangkapan layar percakapan yang diklaim memperlihatkan komunikasi Rian dengan beberapa perempuan lain. Salah satu percakapan bahkan disebut melibatkan figur publik perempuan dari dunia hiburan.
“Yang kanan chat sama ex-JKT48 member,” tulisnya.
Unggahan tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet dan menyebar luas di media sosial. Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti yang diverifikasi secara independen terkait klaim tersebut. (Nul)












Tinggalkan Balasan