Geger, Turis China Diduga Terinfeksi Coronavirus Melarikan Diri dari RS Jepang?

  • Whatsapp
Ambulans meninggalkan Bandara Haneda Tokyo pada 29 Januari 2020, menyusul kedatangan jet sewaan yang membawa warga Jepang dari Wuhan. (Foto: Kyodo/Mainichi)

INDOPOLITIKA.COM – Seorang turis asal Kota Wuhan, China yang disebut-sebut terinfeksi Virus Corona bikin geger warga Jepang. Pasalnya, turis tersebut dinyatakan melarikan diri dari sebuah Rumah Sakit saat akan ditangani tenaga medis setempat.

Kejadian itu lantas menyebar di berbagai aplikasi media sosial hingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri, karena khawatir akan menularkan virus mematikan itu. Di lini medsos dikatakan bahwa turis China itu ditemukan menderita demam plus batuk dan dibawa ke rumah sakit, tetapi melarikan diri.

Baca juga:

Pesan lain dari si pengunggah gambar turis China itu menyarankan agar orang di Osaka waspada, karena bisa saja terinfeksi. “Si pasien “harus pergi ke” Kyoto dan Universal Studios Jepang,” tulis pesan yang diterjemahkan dalam bahasa Jepang ini.

Menanggapi kabar yang beredar itu, salah seorang pejabat Jepang mengatakan jika pesan berantai itu hoaks. Si pejabat mengatakan tidak ada turis China yang melarikan diri dari Rumah Sakit seperti pesan itu. “Harap tenang, tidak ada kejadian seperti itu,” katanya seperti diberitakan laman The Mainichi, Rabu (29/1/2020).

Stasiun Karantina Bandara Kansai di Jepang barat telah memperingatkan orang-orang untuk tidak disesatkan oleh klaim palsu yang beredar di Twitter dan media sosial lainnya bahwa seorang turis China yang diduga terinfeksi virus corona baru telah melarikan diri dari rumah sakit.

“Tidak ada hal seperti itu terjadi. Kami meminta orang tidak disesatkan oleh informasi yang salah, tetapi untuk merespons dengan tenang,” kata seorang perwakilan stasiun karantina.

Sumber informasi palsu itu diyakini gambar yang diambil dari sebuah posting di Sina Weibo. Sebuah layanan seperti Twitter di Cina. Nama pengguna dan informasi lainnya pixelated.

Sementara salah seorang wakil dari divisi layanan kesehatan Pemerintah Prefektur Osaka berkomentar, pihaknya telah mendengar isu itu. “Tetapi sampai sekarang, tidak ada hal seperti itu terjadi,” jelasnya.

Sedangkan perwakilan stasiun karantina bandara Kansai menyatakan, “Jika kami menemukan dugaan infeksi, kami akan segera menghubungi Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, dan kementerian akan mengumumkannya. Kami meminta orang untuk merespons secara wajar,” tandasnya.[asa]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *