Internasional

Gelombang Panas Perparah Kondisi Warga di Jepang dan Korsel

Warga menghabiskan waktu di pantai saat gelombang panas menyerang Jepang (Foto: AFP).

Tokyo: Jepang dan Korea Selatan, dua negara yang bertetangga ini dilanda gelombang panas yang menyengat. Suhu cuaca dilaporkan mencapai 40 derajat celcius.
 
Menurut data resmi, gelombang panas yang parah di sebagian besar kota di Jepang menewaskan sedikitnya 15 orang. Sebagian besar korban tewas adalah orangtua dan 12 ribu lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam du aminggu pertama di awal Juli.
 
"Ini terasa seperti sauna," seorang wanita di Tajimi, Prefektur Gifu mengatakan kepada surat kabar Japan Times yang dikutip dari The Straits Times, Senin 23 Juli 2018.
 
Kota Tajimi dan Mino yang keduanya berada di Prefektur Gifu, mencatat bahwa ini pertama kalinya suhu cuaca mencapai 40 derajat dalam hampir lima tahun terakhir, yaitu pada Augustus 2013. Minggu lalu, suhu di daerah tersebut mencapai 40,7 derajat dan 40,6 derajat celcius.
 
Dilaporkan salah seorang reporter NHK, kemarin adalah hari kesembilan temperatur melampaui 38 derajat celcius di beberapa bagian Jepang. Cuaca yang panas tidak menunjukan tanda-tanda penurunan dengan perkiraan suhu yang sangat tinggi hingga Kamis.
 
"Risiko heatstroke sangat tinggi," kata Badan Meteorologi Jepang.
 
Para warga diminta untuk tetap mengkonsumsi air dan menggunakan tirai serta pendingin udara di dalam ruangan.
 
Kementerian Pendidikan telah meminta sekolah-sekolah untuk menunda kegiatan di luar ruangan saat cuaca panas. Dikarenakan peristiwa cuaca ini, seorang anak laki-laki berumur enam tahun meninggal setelah tamasya sekolah dalam cuaca yang terik.
 
Di Korea Selatan, setidaknya 10 orang meninggal akibat cuaca panas, termasuk seorang gadis berusia empat tahun yang berada di dalam minibus selama hampir tujuh jam. Suhu tertinggi rata-rata berkisar sekitar 33 sampai 37 derajat celcius di seluruh daerah.
 
Cuaca panas ini juga menyebabkan permintaan listrik meningkat yang menyebabkan pemadaman listrik di beberapa daerah selama akhir pekan. Pemerintah Korea Selatan juga meninjau apakah undang-undang bencana akan direvisi berkaitan dengan memasukkan gelombang panas sebagai bencana.
 
"Kami telah memutuskan bahwa cuaca panas yang dahsyat harus dimasukkan dalam daftar bencana alam. Kementerian akan menyatakan dukungannya kepada Majelis Nasional ketika meninjau revisi undang-undang terkait," ucap seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatkan.
 
Administrasi Meteorologi Korea (KMA) mengatakan bahwa gelombang panas diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir bulan. "Cuaca panas yang terik akan terus mencengkeram untuk sementara waktu," kata seorang pejabat KMA. (Khalisha Firsada)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close