Gelombang TKA Cina Mulai Berdatangan di Kendari, Jalur Perbatasan Kota Sempat Ditutup Massa

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Rombongan Tenaga Kerja Asing (TKA) Asal Cina mulai tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Selasa (23/6/2020) pukul 21.00 Wita. Diantara para TKA Cina yang datang juga terdapat beberapa wanita, mereka dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri.

Kepala Kelas II Kendari Hajar Aswad mengatakan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Negara Cina akan berangsur tiba mulai hari ini, menurutnya, mereka juga telah mengantongi dokumen visa kerja dengan kode indeks visa 312.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah memeriksa dokumen ratusan TKA tersebut menggunakan visa kerja, tidak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya, jika mereka hanya menggunakan visa kunjungan dengan kode indeks visa 211 untuk masuk ke Indonesia,” ungkap Hajar, Selasa (23/6/2020).

Hajar menjelaskan, setelah tiba di Bandara Haluoleo Kendari, para TKA Cina tidak langsung bekerja. Melainkan, kata dia, mereka harus menjalani karantina selama 14 hari sesuai protokol kesehatan di kawasan pertambangan PT VDNI dan PT OSS Morosi Kabupaten Konawe.

“Setelah hari ke-15 atau ke 16, kami dari Imigrasi Kendari mulai melakukan pengecekan kembali terhadap dokumen para TKA di Morosi,” kata Hajar.

Selain itu, lanjut Hajar, bagi TKA Cina masuk melalui Bandara Sam ratulangi, Manado, Sulawesi Utara saat mereka memasuki Kendari akan ada lima gelombang kedatangan.

“Gelombang pertama TKA Cina yang tiba di Bandara Haluoleo Kendari sekitar pukul 21.00 WITA sebanyak 156 orang. Ini yang kami ketahui,” ungkap dia.

Sesuai peraturan perundang-undangan Keimigrasian, 500 TKA Cina, Hajar menyatakan hanya diberi waktu bekerja di perusahaan selama tiga bulan, enam bulan, atau selama setahun.

“Setelah itu, harus kembali kenegara asalnya,” ucap Hajar.

Rencana kedatangan 500 TKA Cina sempat diwarnai aksi penolakan dari ratusan massa pengunjuk rasa di dekat gerbang masuk Bandara Haluoelo, namun berlangsung aman dan tertib, siang tadi.

Sejumlah elemen massa dari berbagai lembaga diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melakukan aksi unjuk rasa di perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Para orator menyampaikan dengan tegas bahwa mereka menolak kedatangan sekutu untuk masuk di provinsi Sulawesi Tenggara. Masa juga sempat membakar ban di perempatan perbatasan kota itu. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *