INDOPOLITIKA.COM – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berkomitmen akan merealisasikan program kuliah gratis jika mendapatkan mandat dari rakyat pada pemilu yang digelar pada 14 Februari 2024 mendatang.

Kuliah gratis ini menjadi program andalan partai bernomor urut 7 yang dinakhodai sejumlah tokoh intelektual muda seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Sidik dan Achmad Rilyadi.

Caleg DPR-RI Dapil Banten 3 Tangerang Raya Sarah Azzahra mengatakan, program kuliah gratis yang dirancang Partai Gelora Indonesia ini tentu dilakukan melalui pendekatan keilmuan serta berbasis data.

Berdasarkan hasil riset tim Gelora bahwa program kuliah gratis sangat masuk akal dan bisa dieksekusi oleh pemerintah.

Jka dilihat dari postur APBN, untuk tahun 2024 mendatang pemerintah menggelontorkan anggaran untuk sektor pendidikan sebesar Rp680,8 triliun.

“Program kuliah gratis yang ditawarkan Gelora bukan isapan jempol belaka. Program ini memang benar- benar dirancang khusus supaya rakyat bisa menikmati pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi. Sejalan dengan itu juga Indonesia secara otomatis bisa menyiapkan sumber daya manusia yang melimpah sehingga kelak bisa menjadi negara superpower baru dunia,” ungkap Caleg muda berparas cantik nomor urut 1 ini.

Program kuliah gratis ini, kata Sarah, hanya menyedot anggaran sekitar Rp95 triliun dari total Rp680,8 triliun yang dialokasikan pemerintah untuk sektor pendidikan pada tahun anggaran 2024.

Dia merinci bahwa saat ini ada 2 juta guru dan dosen di sekolah dan universitas negeri yang tersebar seluruh pelosok tanah air.

Jika digaji dengan rata-rata Rp10 juta sebulan, maka anggaran yang dibutuhkan untuk gaji guru dan dosen sebesar Rp200 triliun.

Selain itu, lanjutnya, saat ini ada sekitar 200 ribu sekolah dengan jumlah siswa mencapai 25 juta orang. Jika biaya operasional sekolah sebesar Rp50 triliun dan biaya perawatan sebesar Rp50 triliun, maka total biaya pendidikan hanya sebesar Rp340 triliun.

“Merujuk pada hasil riset yang dipublikasikan Bang Rico Marbun, salah satu pengurus DPN Partai Gelora Indonesia, maka dari total anggaran Rp680,8 triliun untuk sektor pendidikan yang dialokasikan pemerintah ternyata masih ada sisa sekitar Rp300 triliun. Dari sini tergambar jelas bahwa kuliah gratis untuk seluruh mahasiswa hanya membutuhkan biaya sebesar Rp95 triliun saja dan itupun masih ada sisa Rp200 triliun. Tapi untuk merealisasikan program itu tentunya Gelora harus menang supaya rakyat bisa kuliah gratis,” tutupnya.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com