Gembong Narkoba Miliki Aset Rp 28 Miliar

  • Whatsapp
Harta gembong narkoba yang disita BNN

INDOPOLITIKA – Gembong narkoba Muhammad Adam, yang sebelumnya divonis mati kemudian dianulir Mahkamah Agung (MA) menjadi 20 tahun penjara memiliki asset senilai Rp 28 miliar. Mulai dari rumah, mobil mewah hingga kapal pesiar. Harta tersebut kini disita BNN.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, asset yang disita berupa uang tunai rupiah dan Dolar Singapura, perhiasan emas dan batu mulia, emas batangan, beberapa unit rumah mewah, showroom mobil, 18 unit mobil berbagai merek, 8 unit kapal, tanah kavling untuk dibangun, 9 rekening bank.

Baca Juga:

“Aset terdiri dari 18 unit mobil, 8 kapal penyeberangan antarpulau, 2 unit rumah mewah, 1 unit ruko, lahan kosong seluas 144 meter persegi, 3 batang emas seberat kurang-lebih 2.817, perhiasan arloji mewah, dan uang dolar Singapura, Malaysia, serta uang rupiah dengan total uang tunai rupiah senilai Rp 945 juta,” kata Arman.

Adam juga memiliki rumah mewah di Jalan Palem Ratu Nomor 39 Bukit Indah Sukajadi, Batam. Seluruh barang bukti tersebut selanjutnya diamankan di kantor BNNP Kepulauan Riau.

“Saat ini tim juga masih melakukan pengembangan untuk menangkap jaringan lainnya serta aset-aset yang masih tersisa dari tersangka Adam,” ujar dia.

Arman juga mengatakan, pihaknya juga menangkap 3 orang yang terlibat jaringan narkoba dan pencucian uang terkait kasus Adam. Ketiga orang itu adalah Munira (istri Adam), Rike, dan Denny.

“Ketiga orang tersebut diduga berperan serta dalam penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Bahkan ketiganya ikut serta membantu tersangka Adam untuk menyembunyikan hasil kejahatan berupa uang, perhiasan dan aset yang diperoleh dari kejahatan narkoba,” ujar Arman.

Arman menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari tertangkapnya 4 anak buah Adam, yaitu Mirnawati alias Mimi, Darwis, Akbar alias Ambang, dan Chandra Okto Lybia.

“BNN RI berhasil mengamankan barang bukti 20 bungkus narkotika jenis sabu seberat 20,8 kg dan ekstasi sebanyak 31.439 butir asal Malaysia,” ujar Arman.

Status Adam adalah narapidana dan menghuni LP Cilegon, Banten. Seharusnya, Adam dijatuhi hukuman mati, tapi vonis mati itu dianullir Mahkamah Agung (MA) menjadi 20 tahun penjara.

“Muhammad Adam sendiri merupakan terpidana kasus penyelundupan 54 kg sabu dan 41 ribu butir pil ekstasi pada tahun 2016 lalu,” jelas Arman Depari.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *