Pemerintahan

Generasi Muda Jangan Alergi pada Pemerintah

JAKARTA – Generasi muda sebaiknya tidak alergi terhadap pemerintah. Karena pada hakikatnya, pemerintah kini telah bermetamorfosis menjadi pelayan kepentingan publik. Segala bentuk aspirasi dari generasi muda sebagai kunci pembangunan masa depan bangsa, dapat disampaikan melalui mekanisme bottom-up untuk menjadi pertimbangan Pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani menyambut kehadiran perwakilan dari Perkumpulan Mata Garuda -ikatan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Senin 24 September 2018.

“Kepastian akan masa depan Indonesia yang baik, hanya dapat diwujudkan jika Indonesia memiliki rumusan perencanaan negara yang tepat dengan mengakomodasi segala keahlian dan sudut pandang,” tegas Jaleswari.

Selain pengurus Mata Garuda Pusat, pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan Mata Garuda yang berasal dari Aceh, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Maluku Utara, Papua, Riau, dan Sulawesi Tenggara. Para perwakilan Mata Garuda ini telah menyelesaikan pendidikan baik dari dalam dan luar negeri dan kini telah bekerja pada sektor yang beragam, seperti pendidikan, pemerintahan, penelitian, perusahaan multinasional, dan tidak sedikit pula yang memilih untuk mengabdi di daerah asalnya masing-masing.

Dalam pertemuan ini, Jaleswari memfasilitasi perwakilan Mata Garuda yang hadir untuk menyampaikan aspirasi, ide kreatif, dan aspek-aspek lain yang perlu mendapat perhatian Pemerintah. Dalam diskusi, perwakilan Mata Garuda berpartisipasi aktif dalam membahas isu-isu terkait pendidikan, konflik kedaerahan, fasilitas air bersih, pelestarian lingkungan, keamanan, dan pembangunan manusia. Di samping itu, diskusi juga membahas inovasi dan prestasi dari aktivitas perkumpulan Mata Garuda di daerah, salah satunya adalah rekomendasi terhadap pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia.

Jaleswari menyampaikan bahwa dalam 20-30 tahun mendatang, generasi muda akan memegang posisi penting di Indonesia. “Namun demikian, kontribusi aktif generasi muda untuk membangun Indonesia tidak harus menunggu hingga 20-30 tahun lagi,” ungkapnya.

Dalam rangka menuju Indonesia Emas dan hari jadi Indonesia ke-100 di tahun 2045, Jaleswari menantang perwakilan Mata Garuda untuk sedari kini berkontribusi dalam mempersiapkan peta perjalanan Indonesia ke depan.

Jaleswari menutup diskusi dengan menyampaikan apresiasinya dan berharap bahwa Mata Garuda dapat terus mempertahankan gerakan-gerakan yang bermanfaat bagi sesama guna membangun toleransi dan solidaritas, serta menginspirasi generasi muda lainnya di seluruh Indonesia untuk berbakti pada negeri.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close