Geng Motor Sempac: 2 Tewas saat Konvoi di Banjar, 7 Diamankan Polisi Termasuk 2 Anggota ‘Pelajar SMP’

Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo menunjukkan celurit yang dibawa anggota geng motor Sempac saat konvoi ugal-ugalan. (FOTO: iNews/ACEP MUSLIM)

INDOPOLITIKA.COM – Aksi anggota geng motor kerap meresahkan masyarakat. Mereka bahkan juga terkadang melakukan aksi konvoi yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainya.

Di Banjar, dua anggota geng motor Sempac tewas tertabrak mobil saat mereka konvoi ugal-ugalan di Jalan Brigjen M Isa, Kota Banjar, seperti ramai beredar di media sosial.

Selain itu, sebanyak tujuh orang juga ditahan polisi. Mirisnya, dua dari tujuh anggota yang ditahan tersebut masih berusia muda atau berstatus pelajar SMP. Sedangkan lima lainnya berusia 18 hingga 25 tahun.

Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo mengatakan, penangkapan terhadap berandalan bermotor ini berawal dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Brigjen M Isa pada Minggu (15/1/2023) malam.

“Kecelakaan itu menewaskan 2 orang pengendara motor. Dua orang yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas itu masih bagian dari kelompok berandalan bermotor (geng motor Sempac),” katanya.

Bayu Catur Prabowo menyatakan, polisi melakukan pendalaman terhadap video aksi berandalan bermotor dan kecelakaan lalu lintas tersebut.

Polisi menduga ada kaitan antara kecelakaan lalu lintas dengan konvoi ugal-ugalan geng motor Sempac. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan, petugas menemukan celurit.

“Setelah melakukan pendalaman, polisi pun akhirnya menemukan lokasi tempat biasa kelompok tersebut berkumpul di Jembatan Parungsari. Polisi pun menangkap tujuh berandalan bermotor itu di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Tujuh anggota berandalan bermotor tersebut, tutur Kapolres Banjar, sebagian besar merupakan warga Cisaga, Kabupaten Ciamis berbatasan dengan Kota Banjar.

“Saat ini, juga Polres Banjar tengah melakukan pencarian 2  rekan lainnya, yang sudah ditetapkan masuk DPO (daftar pencarian orang atau buron),” tuturnya.

Akibat perbuatannya, kata AKBP Bayu Catur Prabowo, para pelaku dipersangkakan melanggar Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam. Selain itu Pasal 312 dan 311 Undang-undang Lalu Lintas.

“Bagi pembawa senjata tajam terancam 12 tahun, Pasal 312 ancaman hukuman 3 tahun penjara dan Pasal 311 KHUP dengan ancaman hukuman satu tahun,” tandasnya.

Dari kasus ini, ujar Kapolres Banjar, polisi mengamankan barang bukti empat unit sepeda motor, alat komunikasi, dan pakaian.

“Kelompok Sempac belum teroganisir, hanya kumpul-kumpul, menenggak minum minuman keras. Tujuan mereka melakukan itu (konvoi ugal-ugalan), memang untuk membuat takut dan ingin mencari lawan (musuh). Jadi dari niatnya saja sudah tidak baik,” demikian Bayu. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *