INDOPOLITIKA.COM – Gelombang aksi terhadap kasus terbunuhnya Brigadir Joshua Hutabarat terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Meskipun mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, namun nampaknya publik belum cukup puas atas keputusan tersebut. Pasalnya, masih terdapat kejangalan dari mulai motif yang belum dibuka secara jelas hingga sejumlah aktor yang belum diproses secara hukum.

Desakan publik kepada institusi kepolisian agar adil dan transparan semakin nyata dengan berbagai aksi di berbagai daerah. Berdasarkan informasi yang beredar, aksi menyalakan lilin untuk keadilan Joshua bakal kembali digelar untuk menuntut dan mendesak Kapolri agar segera menyelesaikan kasus tersebut.

“Kita bakal kembali menggelar aksi solidaritas menyalakan 4000 lilin pada peringatan 40 hari kematian Brigadir Joshua Hutabarat. Ini bagian dari ikhtiar kita bersama menjemput keadilan untuk Brigadir Joshua dan keluarga,” ungkap Ketua Gerakan Keadilan, Dendi Budiman kepada awak media, Jumat (12/8/2022).

Aksi tersebut, lanjut Dendi merupakan aksi lanjutan dari aksi sebelumnya yaitu 3000 lilin untuk keadilan Joshua di peringatan 30 hari kematian Joshua beberapa waktu lalu. Dendi menyebut aksi tersebut atas dorongan kemanusian dari berbagai elemen masyarakat yang merasa terpanggil karena kasus tersebut.

“Intinya kita berkumpul dan bersatu, menyuarakan keadilan untuk Joshua Hutabarat. Poinnya mendorong dan mendesak agar kasus ini segera tuntas dan semua pihak yang terlibat dalam pembantaian ini diperiksa dan diproses secara hukum pidana,” imbuhnya.

Ketika ditanya rangkaian aksi, Dendi menjelaskan agendanya bakal digelar di tanggal 18 Agustus 2022, dengan mengundang sejumlah tokoh untuk berbicara ke publik.

“Aksi kali ini selain menyalakan 4000 lilin, kita akan ada pentas puisi kemanusiaan. Lalu doa bersama, dan ada perenungan dari sejumlah tokoh mulai dari aktivis hingga pengacara keluarga Joshua. Intinya kita mendorong agar ini segera selesai dan peristiwa ini menjadi yang terakhir di republik ini. Tidak boleh lagi ada nyawa anak bangsa yang melayang karena dan atas nama apapun,” pungkasnya.[ig]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com