Gerindra dan PDIP Ributin Proyek Stadion BMW Rp 4 Triliun

  • Whatsapp
Ilustrasi

INDOPOLITIKA.com – Gara-gara proyek pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS) atau stadion BMW, Partai Gerindra dan PDIP ribut. Gerindra tidak mempermasalah proses lelang tersebut sedangkan PDIP meminta lelang ulang.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik mengatakan, penawaran harga terendah belum tentu menjadi pemenang lelang. Menurutnya, panitia lelang di mana pun pasti memiliki penilaian tersendiri atas kualifikasi peserta lelang.

Baca Juga:

“Harga terendah itu belum tentu memenangkan lelang. Kalau lebih murah, tapi kualitasnya jelek, mau nggak. Untuk apa lelang ulang, kalau prosedurnya salah. Ini kan tidak ada yang salah sama sekali,” kata Taufik.

Taufik sendiri mengatakan, protes konsorsium Adhi Karya merupakan hal yang wajar karena kalah dalam pertempuran lelang. Namun, politisi Partai Gerindra ini menyesalkan langkah konsorsium itu yang tidak memanfaatkan masa sanggah sesuai aturan dalam lelang pengadaan.

“Kalau orang kalah pasti memasalahkan. Namanya juga kalah. Saya kira, peserta lelang harus tahu tata krama dan aturan lelang. Kan ada masa sanggah. Kenapa itu tidak dimanfaatkan. Lebih salah lagi, mereka tidak memanfaatkan masa sanggah tapi ngomong di luar,” ungkapnya.

Dia berharap, PT Jakpro melanjutkan proses pembangunan JIS sesuai perencanaan sebelumnya. Menurutnya, protes konsorsium Adhi Karya jangan menjadi penghambat pembangunan stadion yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta itu.

“Konsorsium BUMN Adhi Karya dan lainnya harus ikuti aturan tender itu. Jangan menghambat pembangunan stadion, karena itu sangat dibutuhkan masyarakat Jakarta. Menurut gue normal saja lelang itu. Kalau tidak memanfaatkan sesuatu yang diberikan oleh aturan, itu justru janggal. Kan ada masa sanggah, silahkan berdebat pada masa itu,” tegasnya.

Berbeda dengan Gerindra, ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengulang tender proyek pembangunan tersebut.

“Namun karena adanya kejanggalan dalam prosedur maupun penetapan pemenang, maka Fraksi PDI Perjuangan meminta agar Jakpro membatalkan dan melakukan tender ulang sesuai dengan aturan yang berlaku serta memperhatikan prinsip-prinsip akuntabilitas dan profesionalisme,” katanya.

Lebih lanjut Gembong mengatakan pihaknya mendukung percepatan pembangunan JIS tersebut.Gembong menuturkan Fraksi PDIP sebenarnya sudah menentang pemberian penyertaan modal daerah (PMD) kepada PT Jakpro. Hal itu disampaikan saat pembahasan APBD Perubahan 2019. Jumlah PMD yang diminta oleh Jakpro sebesar Rp 4,7 triliun memang digunakan untuk membiayai proyek-proyek penugasan.

“Kami bahkan meminta pembangunan JIS diserahkan kepada SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait, yakni Dinas Olah Raga dan Pemuda DKI Jakarta,” jelasnya.

Bukan itu saja, Gembong menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus memantau dan merevisi proses lelang yang dilakukan oleh Jakpro.Menurut Gembong pembangunan stadion yang berdiri di atas lahan eks-Taman BMW tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh warga Jakarta, khususnya pecinta sepak bola.

“Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus menyelesaikan masalah tender pembangunan JIS yang dilakukan Jakpro,” ungkapnya.

Seperti diketahui, lelang proyek pembangunan JIS atau Stadion BMW dimenangkan oleh Kerjasama Operasional (KSO) yang terdiri atas PT Wika Gedung Tbk., PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. dan PT Pembangunan Perumahan Tbk dengan nilai kontrak Rp 4 triliun. Selain Wika Gedung, Jaya Konstruksi, dan PT PP, peserta lain yang mengikuti proses lelang yaitu KSO PT Adhi Karya Tbk., PT Nindya Karya Tbk., dan PT Hutama Karya Tbk dengan nilai penawaran lebih murah yakni Rp 3,78 triliun.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *