Gerindra Jabar Klaim Suara Caleg Dikurangi

  • Whatsapp
Mahkamah-Konstitusi

Jakarta, Indopolitika – Partai Gerindra Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu pihak yang mengajukan gugatan sengketa Pileg 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam permohonannya, Gerindra Jabar mengklaim ada sejumlah calon anggota legislatif (caleg) yang diajukannya mengalami pengurangan suara.

Kuasa hukum dari Gerindra Jabar, Raka Gani Pissani, menyebutkan salah satu caleg bernama Mujahidin Nur Hasim mengalami pengurangan suara. Mujahidin merupakan caleg Gerindra untuk DPR dari Dapil 8 Jabar.

Berita Lainnya

“Perolehan suara pemohon dalam hal ini 36.727. Namun yang ditetapkan termohon (KPU) 35.227, sehingga ada selisih kurang lebih 1.500,” ucap Raka saat membacakan permohonannya dalam sidang di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Raka menyebutkan perbedaan selisih suara itu didapatkannya dari data C1 dan DAA1 dari Kecamatan Harjamukti dan Kecamatan Lemahwungkuk. Kedua kecamatan itu berada di Kota Cirebon.
“Untuk itu pemohon meminta agar dilakukannya pemungutan suara ulang atau PSU,” kata Raka.

Namun Raka mengaku sebenarnya telah melaporkan adanya pelanggaran administrasi pemilu tersebut pada Bawaslu Kota Cirebon. Menurut Raka, Bawaslu Kota Cirebon sudah mengeluarkan keputusan yang menyatakan KPU Kota Cirebon terbukti bersalah melakukan pelanggaran administrasi, tetapi tidak disebutkan detail.

Selain itu, Raka juga membacakan permohonannya terkait perselisihan hasil pemilu di Dapil Bogor 1 untuk DPRD Bogor dengan caleg HM Idris, Dapil Bekasi 5 untuk DPRD Kabupaten Bekasi dengan caleg Husni Thamrini, dan Dapil Kuningan 1 untuk DPRD Kabupaten Kuningan dengan caleg Eka Satria Ramadhan dan Laila Sari. Mereka mempermasalahkan hasil penghitungan suara yang menurutnya berbeda dengan hasil rekapitulasi yang telah didapatnya sendiri-sendiri. (DB)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *