Gerindra Makin Mesra Dengan PDIP, PKS Cemburu?

  • Whatsapp
Mardani Ali Sera

INDOPOLITIKA – Makin mesranya hubungan Partai Gerindra dengan partai pendukung pemerintahan Presiden Jokowi, dianggap telah membuat PKS selaku koleganya sejak Pilpres 2014 ini merasa cemburu.

Merespons kabar tersebut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, partainya tak akan sakit hati atau ‘baper’ jika nantinya Partai Gerindra betul-betul bergabung ke pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Baca Juga:

“Di politik nggak ada baper. Kita masing-masing punya satu garis bawahnya politik ke depan jangan lagi berpikir politik elite ya. Makin kompatibel sikap parpol dengan aspirasi rakyat banyak, maka makin besar peluang parpol itu mendapat dukungan,” kata Mardani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8).

PKS sendiri, kata Wakil Ketua Komisi II DPR ini, akan tetap pada pendirian di awal, yakni akan tetap berada di luar pemerintahan sebagai oposisi. “Kami di PKS diajarkan menjadi partai yang khidmat, yang melayani dan menurut saya sikap oposisi bagian dari harapan pemilih besar PKS,” tegas Mardani.

Walaupun, lanjut kata Mardani, memang oposisi yang baik itu tidak hanya satu partai. Tetapi jika Partai Gerindra tetap akan masuk dalam pemerintah, PKS mau tidak mau akan siap menghadapi sendiri.

“Oposisi yang baik bukan sendirian. Tapi oposisi yang seimbang dan kuat karena itu PKS tidak bahagia ketika sendirian. Tetapi kalau itu adalah pilihan yang harus diambil ya harus siap. Karena PKS hadir dalam rangka untuk memperkuat konstitusi kita, untuk mewujudkan kesejahteraan,” tandas Mardani.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengapresiasi sikap Prabowo Subianto yang dianggap mampu menurunkan tensi politik seusai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Menurut Hendrawan, Prabowo telah berhasil membawa Partai Gerindra kembali sebagai partai yang berideologi nasionalis.  “Prabowo pada saat yang tepat, momentum yang tepat, membuat keputusan yang tepat, yaitu berusaha menjernihkan positioning-nya sebagai partai,” kata Hendrawan.

Dia pun menilai, sikap Prabowo tersebut sangat baik bagi kehidupan berbangsa, yang belakangan masuk dalam polarisasi yang semakin tajam. “Saya kira itu penting dalam kehidupan kebangsaan,” tandas Hendrawan.(AB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *