Giring oh Giring…Netizen: Nyindir Jokowi Kok Bawa-bawa Nama Anies, Ngeband Lagi Sana

  • Whatsapp
Plt Ketum PSI, Giring Ganesha. Foto: tangkapan layar akun @psi_id.

INDOPOLITIKA.COM – Pernyataan Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha yang menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pembohong, pura-pura peduli dengan masyarakat yang menderita akibat pandemi COVID-19, menyulut kontroversi. Bukanya mendapat simpatik, Giring malah seakan dihujat balik pendukung Anies.

Pernyataan Giring yang juga berharap jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies disampaikan dalam sebuah video di akun Twitter PSI, @psi_id, Selasa (21/9/2021). Dilihat dari komentar yang ada, pernyataan Giring seolah menjadi senjata makan tuan.

Berita Lainnya

Ya, netizen seperti malah balik menyerang Giring. Mereka menyindir Giring halu, gak beretika, gak pantas terjun berpolitik dan lebih baik balik lagi jadi anak band.

Ada juga yang menyebut Giring sepertinya ingin menyindir Jokowi, tetapi malah membawa nama Anies Baswedan. “Nyindir jokowi kok pake bawa bawa nama Anies. Buset daaaah,” tulis akun @_kasurrusak.

“Gak jadi anggota DPR omonganya jd ngelantur. Mbokya disuruh berobat, biar sembuh dulu baru kasih ngomong,” sindir @aL_moert.

“Pengen nyubit! Pake tang! Takut amat tahun 2024, udah kalian2 aja pimpin nih negara gak usah nyudutin pak anis mulu,, jgn krn dengki, iri hati, takut kalah, sampai lu maksain, Meriang gue liat cara2 mu untuk melanggengkan kekuasaan , tak elok cara berpolitik demikian,” balas @Omtal5.

“Stress, gagal nyaleg jadi begini, mending berkarya lagi lewat lagu, bisa hibur orang dapet pahala. Daripada bikin fitnah kayak gini, yg belum bisa dibuktiin, bikin dosa iye. Kalian tuh masih dendam sama anies, krn kalah di pilkada 2017,” sindir yang lainnya.

“Ngomongin Indonesia tapi yg ‘dikuliti’ Gub DKI Jakarta, anda sehat? Giring lo mending ngeband lagi aja dah daripada berpolitik,ga pantes brow…,” tulis @anda_loe_sia.

Seperti diketahui, Giring dalam videonya menjelaskan, dalam krisis, seorang pemimpin adalah panglima yang mengambil tanggung jawab, dan menyampaikan kepada publik secara transparan situasi dan pilihan-pilihan yang dia ambil dalam merespons situasi.

“Gubernur Anies Baswedan bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis. Indikator utama dalam menilai kegagalan Gubernur Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi,” kata Giring.

“Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi,” ujar Giring.

“Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan,” sambungnya. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *