Go-Jek Ditolak Anggota Parlemen Malaysia

  • Whatsapp
Gojek

INDOPOLITIKA – Anggota parlemen Malaysia dari Partai Islam Se-Malaysia Aman Razali menuding pengenalan layanan transportasi online Go-Jek di negaranya hanya akan meningkatkan kasus-kasus pelecehan seksual.

“Ini sama dengan membiarkan para pengguna non-syariah bisa berinteraksi dengan lawan jenis. Ini juga meningkatkan rata-rata kecelakaan sepeda motor dan berdampak pada kualitas transportasi publik. Go-jek juga bisa berkontribusi pada polusi udara,” kata Mohd Khairuddin, seperti dikutip dari malaymail.com, Sabtu (24/8).

Baca Juga:

Penolakan juga disampaikan oleh anggota Senat Husain Awang yang mengatakan layanan transportasi online Go-Jek bisa mengarah pada tindak kejahatan dan meningkatkan risiko keamanan, seperti perkosaan dan perampokan. Dia pun mengklaim pelecehan seksual telah meningkat di Indonesia terkait layanan Go-Jek.

Husain dalam keterangannya juga mengatakan kecelakaan – kecelakaan fatal di jalan raya oleh sepeda motor hingga Maret 2019 sudah sebanyak 944 kasus. Transportasi umum menyumbang polusi udara dan adanya komplain karena terjadi interaksi dengan yang bukan mukhrim. Dengan rentetan alasan itu, pihaknya beralasan Go-Jek tidak seharusnya dibiarkan beroperasi di Malaysia.

“Saya mendesak pemerintah agar tidak melanjutkan layanan Go-Jek meski untuk suatu periode tertentu. Sebaliknya, pemerintah meningkatkan promosi dan kualitas transportasi massal kereta cepat seperti MRT dan LRT yang menghabiskan jutaan ringgit untuk pengadaannya,” kata Husain.

Dengan rencana pengoperasian Go-Jek di Malaysia, Husain mengklaim ini membuktikan pemerintah sudah gagal dalam mengelola transportasi umum dan menyelesaikan masalah kemacetan di jalan. Pemerintah Malaysia juga dianggap gagal menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *