Gubernur HD Imbau Program ‘Satu Desa Satu Rumah Tahfidz’ di Sumsel Terus Ditingkatkan

  • Whatsapp
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat berada di Pesantren Terpadu La Tansa Mustika Kabupaten PALI.

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh jajarannya maupun elemen masyarakat untuk terus menggiatkan program ‘Satu Desa Satu Rumah Tahfidz’ yang saat ini bergulir, meski target sebanyak 3.500 dari program tersebut sudah terlampaui.

Demikian hal itu disampaikan Herman Deru didampingi Penjabat (Pj) Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rosidin Hasan saat menghadiri wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III Pondok Pesantren Terpadu La Tansa Mustika Kabupaten PALI dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Ramadhan 1442 H di Kecamatan Talang Ubi, PALI, Minggu, (28/3/2021).

Berita Lainnya

Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Sumsel ini juga mendorong pemerintah dan kabupaten/kota melakukan pemerataan rumah tahfidz di daerah masing-masing. Pemerintah provinsi telah memulai program satu desa satu rumah tahfidz yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

“Program satu desa satu rumah tahfidz targetnya 3.500. Dalam dua tahun, ini sudah tercapai. Tinggal pemerataannya saja, Pemda kita dorong memiliki program pemerataan ini,” katanya.

Menurut HD,  pembangunan tidak hanya diperlukan secara fisik, tetapi juga perlu dilakukan pembangunan iman dan takwa melalui program satu desa satu rumah tahfidz.

“Saya berterima kasih bahwa Pak Ustadz Yaya yang telah menghasilkan banyak penghafal Al-Quran. Ini prestasi luar biasa disaat kehidupan menuju modernisasi, masih ada kesadaran dalam pendidikan agama dan kecintaan Al-Quran yang akan membentuk akhlak yang baik bagi generasi penerus bangsa ini,” ujarnya.

Menurut HD, perlu ada keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak. Oleh sebab itu, HD meminta semua instansi berperan menggalakkan program satu desa satu rumah tahfidz yang telah terlampau dari target 3.500.

Di kesempatan sama, Pj Bupati PALI, Rosidin Hasan menyampaikan ucapan selamat kepada anak-anak yang telah hafidz 1 juz hingga 8 juz. Ia berharap kedua orang tuanya akan mendukung anak-anak dalam mentahfidz Al-Quran.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes La Tansa Mustika, Yaya Suryana mengatakan Operasional ponpes juga dibuat mandiri dibantu melalui proses jual beli kaligrafi hasil karya anak-anak, serta baju muslim untuk dewasa dan anak-anak.

“Kedepannya direncanakan akan dibentuk usaha perkebunan. Semua dilaksanakan dengan memberdayakan SDM di Ponpes ini,” imbuhnya. [ind]

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *