Gus Solah: Tak Ada Aturan Menag Harus dari NU

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah mempertanyakan protes NU terhadap keputusn Presiden Joko Widodo atas dipilihnya Fachrul Razi menjadi Menteri Agama (Menag).

“Ada protes dari banyak tokoh NU. Lah urusannya NU sama menteri apa? Iya kan? Kalau partai protes ya pasti pahamlah, tapi juga tidak ada partai yang protes kan? Menerima mereka itu,” kata Gus Solah kepada wartawan di PP Tebuireng, Kamis (24/10).

Baca Juga:

Menurut cucu tokoh pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, tidak ada aturan yang mengharuskan posisi Menag diisi oleh tokoh NU. Sehingga protes tersebut tidak akan berpengaruh apa pun.

“Sebaiknya orang NU, nah kenapa ga dipilih orang NU? Saya endak tahu. Mungkin nama-nama yang diajukan PBNU dan Pak Ma’ruf Amin tidak baik di mata Presiden, kurang memenuhi syarat. Mungkin, saya endak tahu,” terangnya.

Adik kandung Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini berpendapat, memilih menteri merupakan hak sepenuhnya Presiden Jokowi. Semua pihak sudah sepatutnya menghormati hak Presiden tersebut.

Menurut dia, benar atau tidaknya keputusan presiden tidak bisa dinilai sekarang. Fachrul Razi harus diberi kesempatan untuk bekerja sebagai Menag. Penilaian baru bisa dilakukan setidaknya satu tahun ke depan.

“Kalau NU kan sudah dapat wakil presiden, iya kan? Kemarin orang NU kampanye karena mendukung Pak Ma’ruf kan. Ya sudah jadi wakil presiden kan, kan itu perwakilan NU. Wakil presiden kan lebih dari menteri. Jadi, kenapa ribut gitu? Ga ada alasan untuk ribut. Dan tidak ada aturan yang mengatakan harus NU,” tandas Gus Solah.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas mengklaim, banyak kiai protes karena Jokowi memilih Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

“Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” kata Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10).[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *