INDOPOLITIKA.COM – Rais ‘Aan Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bn Yahya mengatakan, perjuangan para ulama dan kiai kampung mengajarkan Islam rahmatan lil alamin tidak mengenal lelah. Mereka berjuang dari desa ke desa, dari gunung ke gunung, menyapa warga dengan ramah dan santun.

“Meski juga banyak tantangan yang dihadapinya. Atas jasa merekalah yang berjuang tanpa pamrih kita jadi kenal Islam, kenal para aulia, habaib, dan tokoh pejuang bangsa di negeri ini,” ujar Habib Luthfi baru-baru ini.

Menurut Wantimpres ini tidak ada perbedaan antara ulama kota dan ulama kampung. “Soal sebutan itu kan hanya istilah saja,” tegasnya.

Dijelaskan, dalam mengajarkan Islam yang ramah, mereka sangat ahli karena tahu kondisi bagaimana menghadapi masyarakat yang awam maupun menghadapi orang-orang yang berbeda dalam memahami Islam.

“Nabi Musa sendiri telah mencontohkan bagaimana menghadapi Raja Firaun dengan lemah lembut. Demikian pula para kasepuhan dalam berdakwah. Pertanyaannya, sekarang di mana sejarah para kesepuhan itu sekarang,” ungkapnya dikutip NU Online.

Untuk mengingat kembali sejarah para pejuang di lingkungan, Habib Luthfi menyarankan untuk diadakan haul kecil-kecilan di masing-masing tempat di mana para kasepuhan itu berjuang dalam jalur agama dengan maksud agar generasi muda tidak ‘kepaten obor’ (kehilangan sejarah).

“Kegiatan yang lebih besar bisa diadakan dengan mengadakan haul tokoh bangsa semisal Panglima Besar Jenderal Sudirman secara kemiliteran adalah milik kita semuanya, meski pribadinya adalah milik keluarga,” Saran Ketua Forum Ulama Sufi Dunia ini.

Sebagai tokoh bangsa lanjutnya, Jenderal Sudirman sangat layak untuk diadakan haul di setiap kota. Hal ini dimaksudkan agar generasi muda mengetahui para pahlawan dan pejuang yang telah mengharumkan bangsa.[asa]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com